Urbanesia

May 08, 2011

Sejarah Pocari Sweat : Perjalanan Panjang Untuk Mencapai Sebuah Kesuksesan


Kesuksesan Pocari Sweat sebagai produk minuman kesehatan yang terkemuka tidak didapat dalam waktu singkat. Membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mendapatkan hasil hingga bisa sukses seperti saat ini. Perlu perjuangan, kegigihan dan pengorbanan untuk mencapainya. Berikut ini kisah perjalanan sejarah Pocari Sweat dari awal hingga mencapai kesuksesan.
.
***
      (1)
Sebuah Awal

Tokushima, 1973

Di sebuah pabrik terlihat seseorang sedang mengamati para pekerja sedang melakukan tugasnya. Secara tekun dia mengawasi dan memastikan bahwa tidak ada masalah dalam proses produksi. Berusaha dekat dengan para pekerja dan berinteraksi dengan mereka.  Dia adalah Akihiko Otsuka , kepala pabrik di Otsuka Pharmaceutical. Akihiko merupakan anak dari Masahito Otsuka yang menjadi presiden direktur dan cucu dari pendiri perusahaan. Dalam kepemimpinan Masahito yang  kharismatik, perusahaan sudah memproduksi beberapa obat yang menjadi andalan perusahaan seperti obat oles Oronine G dan minuman Oronamin C.  Seakan tidak mau kalah dengan kesuksesan kakek dan ayahnya, Akihiko ingin menciptakan sebuah produk yang belum pernah ada. Akihiko yang baru berusia 35 tahun bertekad untuk mengembangkan produk yang dapat menjadi pilar perusahaan dengan tangannya sendiri. 

Suatu hari Akihiko didatangi oleh Rokuro Harima, salah seorang staf-nya yang bertanggung jawab dalam pengembangan minuman. Harima yang berpenampilan serius dijuluki sebagai ahli rasa dan dipercaya menangani pengembangan produk andalan Oronamin C. Harima mengeluarkan sebotol cairan infus dan mengusulkan dijadikan sebuah produk minuman. Usul ini tentu saja membuat kaget dan bingung Akihiko, bagaimana mungkin cairan infus bisa menjadi sebuah minuman?

Harima lalu bercerita tentang pengalaman buruk yang dialaminya saat berada di Meksiko. Saat itu Harima yang sedang melakukan survey mengalami diare parah karena kondisi air bersih disana cukup buruk. Dia dirawat di rumah sakit yang fasilitas medisnya terbatas, bahkan cairan infus pun tidak ada. Oleh seorang dokter dia diberi obat harus minum dengan air soda karena kondisi air putih disana kurang baik. Dokter itu lalu menjelaskan  air dan zat gizi berkurang secara drastis karena diare . Kalau tidak menambah kadar air tubuh akan terjadi dehidrasi atau kekurangan cairan. Akhirnya Harima mengerti dan teringat peristiwa ketika melihat seorang dokter yang meminum cairan infus untuk mengganti cairan tubuh yang hilang setelah melakukan operasi berjam-jam. Saat itu Harima mempunyai ide untuk mengembangkan  cairan infus sebagai produk yang layak diminum.

Akihiko menyimak serius pengalaman dan ide Harima tadi. Sesaat dia meresapi usulan itu.Namun menurutnya belum saatnya cairan infus diproduksi menjadi layak minum. Harima terlihat sedikit kecewa dengan jawaban tersebut.
***

(2)
Eksperimen

Tanpa terasa tiga tahun waktu berlalu. Tahun 1976 Akihiko Otsuka sudah menjadi Presiden Direktur Otsuka Pharmaceutical ke-3 dalam usia 38 tahun menggantikan posisi ayahnya. Pada suatu hari Akihiko memanggil Harima kedalam ruangannya. Harima datang didampingi staf-nya seorang peneliti muda yang bernama  Akihisa Takaisci yang berusia 33 tahun. 

Akihiko mengungkapkan bahwa dia ingin mengembangkan minuman cairan infus yang diusulkan oleh Harima tiga tahun yang lalu. Harima cukup kaget mendengarnya, namun terlihat senang dan tersenyum - suatu hal yang sangat jarang terjadi. Akihiko menambahkan, inilah saatnya untuk mengembangkan minuman tersebut dengan alasan banyak orang melakukan jogging yang sedang trend. Dengan jogging otomatis keringat akan banyak keluar dari tubuh. Akihiko ingin menciptakan sebuah minuman kesehatan yang bisa menggantikan cairan keringat yang sudah keluar dari tubuh tadi, tentu dengan komposisi yang sama dengan dengan keringat agar tenaga cepat pulih kembali. Namun tentu saja dengan rasa yang berbeda dengan keringat. Konsep rasa dijelaskan oleh Akihiko yaitu membuat minuman yang mempunyai rasa yang tidak membosankan. Walaupun diminum setiap hari tetapi harus terasa enak ditenggorokan!

Setelah mengerti apa yang diinginkan oleh sang presdir, akhirnya Harima dan Takaichi meninggalkan ruangan. Harima menyerahkan tugas ini sepenuhnya kepada Takaichi dan menyanggupinya.

***
Sejak saat itu Takaichi mulai melakukan eksperimen-eksperimen. Dimulai dengan pergi ke sauna untuk mengetahui bagaimana rasa keringat itu sesungguhnya dan ternyata rasanya asiiiiiin banget bisiknya saat mencicipi keringatnya sendiri. Lain waktu dia berjalan-jalan disekitar kantor, kembali menyimpan keringatnya ke dalam gelas. Sesampainya di laboratorium dia menganalisa komposisi keringatnya saat berjalan dan membandingkannya dengan keringat saat disauna.  Dan ternyata hasilnya cukup mengagetkan. Komposisi nilai konsentrasi kadar garam atau ion Natrium saat di sauna mencapai 145, sedangkan saat berjalan hanya 20. Takaichi baru menyadari bahwa keringat-pun memiliki beberapa jenis. Untuk mandi sauna atau olahraga berat menciptakan keringat dengan kadar garam yang tinggi sedangkan kegiatan sehari-hari menciptakan keringat dengan kadar garam rendah. Minuman yang ingin diciptakan oleh perusahaan adalah minuman menambah kadar air tubuh dalam kehidupan sehari, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa minuman yang harus dibuat adalah dengan membuat minuman dengan komposisi kadar garam yang rendah.

Lalu Takaichi membuat minuman ujicoba, dengan persis mengikuti komposisi keringat saat dia berjalan-jalan. Setelah mendapat rasa yang diinginkan kemudian dia menghadap Harima untuk melaporkan hasil eksperimennya.  Harima segera meminum ramuan tersebut. Sebagai seorang ahli rasa dia mengatakan dengan jujur bahwa minuman itu rasanya pahit. Dalam komposisi keringat, selain mengandung  ion Natrium yang mengandung rasa asin, terkandung juga Ion Kalium dan Magnesium yang mengandung rasa pahit. Inilah yang menyebabkan ramuan Takaichi ada rasa pahit. Harima mengatakan bahwa rasa pahit tidak bermasalah jika diminum sebagai obat, namun ia mengingatkan bahwa yang ingin diciptakan oleh perusahaan adalah sebuah minuman ringan. Jadi, jangan lupakan itu! ujarnya sambil meninggalkan Takaichi yang terlihat kebingungan.

***
(3)
Penemuan Tak Terduga

Tahaichi berusaha keras menciptakan minuman yang diinginkan perusahaan. Bukan hanya di kantor, dirumah pun dia masih memikirkan minuman tersebut. Bahkan pada hari libur sekalipun dia tetap melakukan penelitian. Dan akhirnya terlintas ide untuk menambah pemanis alami untuk menghilangkan rasa pahit. Hal itu diakui Harima saat mencicipi ramuan baru tersebut. Namun yang menjadi permasalahan baru adalah minuman itu justru menjadi manis. Komposisi menjadi tidak seimbang ungkap Harima. Apa yang ingin diciptakan perusahaan adalah minuman kesehatan, bukan minuman jus. Maka kadar gulanya harus ditekan serendah mungkin. Harima mengingatkan kadar gula dalam minuman tersebut harus dibawah 10%. Saat itu hampir semua minuman memiliki kadar gula 12% dan itu menjadikan minuman itu laris. Takaichi berpikir keras untuk menemukan ramuan yang diinginkan oleh atasannya itu.  Ia kembali berkutat dalam lab ujicobanya. Minuman yang tidak terlalu manis tanpa rasa pahit. Lebih dari 1000 jenis ujicoba sudah dibuatnya. Dengan tekun dan tanpa putus asa, Takaichi mencoba dan mencoba eksperimen yang dibuatnya.  
***
Dan akhirnya setelah hampir 3 tahun melakukan eksperimen dan serangkaian ujicoba. Suatu hari di bulan Mei 1979 Harima membawa ramuan tersebut kepada Akihiko. Sang presdir segera meminum ramuan terbaru itu. “Masih tetap ada rasa pahit”, ucapnya dingin dan dibenarkan oleh Harima. Takaichi merasa tertekan dan menghela nafas panjang.

Kemudian salah seorang karyawan  masuk ke dalam ruangan , dia ingin Presiden Direktur Akihiko menguji minuman uji coba serbuk instan yang sedang dikembangkan. Minuman itu segera dicicipi. Masih belum sempurna, ucapnya datar.

Akihiko terlihat menerawang. Tanpa diduga dia mencampurkan kedua minuman yang belum sempurna itu dan segera mencicipinya. “Ini baru enak!” ucapnya penuh keyakinan. Harima dan Takaichi ikut mencicipi. Harima membenarkan.  Rasa pahitnya hilang, ujar Takaichi. Ternyata minuman instan rasa jeruk ini bisa membuat netral.  Harima menjelaskan mungkin rasa pahit yang khas dari jeruk dapat menutupi rasa pahit yang tidak enak. Presiden Direktur Akihiko tersenyum dan kembali meminum racikan campurannya tadi dan tersenyum penuh kemenangan.  Sejarah besar akan segera dimulai.  
***
Takaichi kembali bersemangat. Dia membeli berbagai jenis jeruk dan mencampurnya dengan minuman kesehatan. Setelah melakukan serangkaian ujicoba akhirnya dia menemukan jenis jeruk  yang berhasil menutupi rasa pahit.  Takaichi akhirnya berhasil membuat minuman dengan kadar gula dibawah 10%. Terpilih 2 jenis minuman untuk ujicoba tahap akhir : kadar gula  6,2% dan 7%. Untuk memperoleh tanggapan yang objektif Harima meminta peneliti lain untuk mencobanya. Para peneliti menyukai rasa manis yang secara mutlak yaitu kadar gula 7%.

Namun Harima sang ahli rasa mempunyai suatu ide.
***
Beberapa hari kemudian, sesudah ujicoba di laboratorium Harima mengajak para peneliti bawahannya melakukan naik gunung dalam kota Tokushima. Sesampainya di puncak gunung Harima mengeluarkan dua jenis botol minuman : A dan B. Harima kemudian meminta para peneliti meminumnya. Semua mengatakan bahwa minuman A terlalu manis dan B lebih enak. Harima mengatakan bahwa minuman A dengan kadar gula 7% dan minuman B 6,2%. Harima menjelaskan saat berkeringan minuman dengan kadar gula sedikit terasa segar dan lebih enak. Selain itu karena ini minuman kesehatan maka harus terasa enak diminum saat kita melakukan aktifitas. Harima kembali tersenyum. 
***
Harima dan Takaichi kembali menghadap Presiden Direktur Akihiko. Setelah mencicipi minuman yang ditawarkan tanpa ragu Akihiko menyetujui minuman tersebut. Dalam sebuah rapat dengan direksi, Akihiko memperkenalkan minuman yang baru kembangkan dan meminta direksi untuk mencobanya. Seorang direksi dengan terus terang kurang menyukai minuman tersebut karena rasanya tawar.  Direksi lain mengatakan rasanya asin dan tidak akan laku. Hampir semuanya memberikan reaksi negative. Hingga akhirnya Presiden Direktur Akihiko angkat bicara.

“Saya mengerti tanggapan Anda. Tetapi Anda saat ini meminumnya dalam ruangan rapat. Coba meminumnya setelah berkeringat dan dipersilahkan minum berulang kali . Dengan demikian Anda baru akan mengerti hebatnya produk ini.” 

Kemudian Akihiko berdiri dan dengan penuh keyakinan mengatakan,  “Saya putuskan perusahaan kita akan menjual minuman ini!” Lalu menatap Harima dan Takaichi dibalas dengan anggukan keduanya. Mereka lega dengan keputusan ini. Akhirnya setelah beberapa tahun bereksperimen, hasil kerja keras mereka dapat terwujud dan akan di produksi.

Produknya diberi nama Pocari Sweat , yaitu kata Pocari yang memiliki kesan menyegarkan dan digabung dengan kata Sweat yang memiliki arti keringat dalam bahasa Inggris.
***

(4)
Reaksi Konsumen

Pada bulan April 1980 penjualan Pocari Sweat dimulai. Tim marketing yang dipimpin Jiro Tanaka oleh mulai mengunjungi toko pengecer langganannya. Namun ketika para pengecer mencoba rasa Pocari Sweat mereka menolak karena rasanya tidak lazim. Mereka mengatakan rasanya tanggung, manis tidak, asin juga tidak. Mereka juga tidak yakin bahwa minuman tersebut akan laku dan menolak untuk menjual di tokonya. Demikian pula dengan toko pengecer lainnya.

Tim marketing tidak putus aja. Mereka membuat kios diberbagai event dan menawarkan langsung kepada konsumen. Namun dengan cara seperti ini pun gagal. Konsumen merasa minuman ini rasanya aneh dan nggak jelas. Bahkan diantaranya ada yang marah dan mengguyur seorang marketing dengan Pocari Sweat dari gelasnya.

Reaksi konsumen sangat buruk, sebagaimana yang sudah dicemaskan oleh direksi. Jajaran marketing cukup terpukul dengan kondisi ini. Presiden Direktur Akihiko berpikir keras  dan membuat keputusan yang cukup mengagetkan dengan menyuruh para marketing membagikan Pocari Sweat secara gratis dengan jumlah tidak terbatas.

Akihiko mengatakan bahwa keunggulan Pocari Sweat tidak bisa dirasakan kalau tidak diminum berulang-ulang. Jangan menghitung kerugian dulu, yang penting  mensosialisasikankonsep produk secara tepat daripada menjual produk. Dengan demikian nanti konsumen akan mengerti konsep Pocari Sweat ujarnya dengan penuh keyakinan. Dan penjualan akan meningkat belakangan lanjutnya, ucapnya meyakinkan para marketing. 

 ***

(5)
Titik Balik

Tanaka dan para staf marketing saling berbagi ide, dimana tempat yang paling efektif untuk membagikan Pocari Sweat secara gratis. Dan dimulailah operasi pembagian Pocari Sweat secara gratis besar-besaran di seluruh Jepang. Tanaka menuju ke lapangan baseball sambil berteriak-teriak memanggil anak-anak untuk berkumpul dan mencoba Pocari Sweat secara gratis. Dia langsung membuka cool-box dan membagikan Pocari Sweat kepada semua anak yang tengah kehausan setelah capai bermain baseball.

Anak-anak segera meminumnya dan ketika ditanya Tanaka bagaimana rasa minuman tersebut mereka menjawab serempak, “Enaaaaak!” Tentu saja Tanaka senang dan semakin bersemangat menjelaskan manfaat dan konsep Pocari Sweat sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang ketika olahraga.

Staf marketing yang lain membagikan Pocari Sweat di berbagai tempat dan mendapat reaksi yang positif dari calon konsumen. Kepada konsumen yang baru selesai mandi , kepada ibu-ibu yang kelelahan. Rata-rata mengatakan rasanya aneh tapi enak. Mungkin mereka belum familiar dengan rasa tersebut.  

Tanaka dalam laporan kepada Presiden Direktur Akihiko mengatakan bahwa konsumen sudah menyadari bahwa Pocari Sweat itu sangat bermanfaat. Namun dari divisi keuangan melaporkan bahwa perusahaan sudah mengalami kerugian hingga Rp 400 Milyar dengan pembagian gratis ini dan meminta segera dihentikan. Namun Akihiko berpendapat lain. Dia ingin tetap program gratis ini diteruskan hingga akhir tahun dengan suatu keyakinan bahwa suatu saat keuntungan besar akan diraih.

***
Musim Panas 1981

Telepon berbunyi di ruangan marketing. Tanaka segera mengangkatnya sambil mengipas-ngipas tubuhnya karena kepanasan.  Ternyata telepon dari salah seorang pelanggannya. Lalu dia terlonjak kaget. “Hah! Stok Pocari Sweat Sudah habis?” ucapnya setengah berteriak.  Tiba-tiba banyak permintaan untuk mengirim Pocari Sweat dari penjuru negeri.  

Dengan konsep dan rasa yang sudah dimengerti konsumen dan hasilnya berbuah pada musim panas tahun kedua. Penjualan melonjak hingga 3 kali lipat dari Rp 900 milyar (1980)menjadi  Rp 2,6 triliun (1981)
Keyakinan Presiden Direktur Akihiko akhirnya berbuah. Untuk mencapai sebuah kesuksesan diperlukan perjuangan, kegigihan dan pengorbanan. Itulah filosofi yang dipegang teguh oleh Akihiko yang didapat dari ayah dan kakeknya. 

***
Secara lengkap, sejarah Pocari Sweat dapat dilihat di video dibawah ini :

2 comments:

nOer said...

Numpang promo ya gan…… D
LOWONGAN KERJA SAMPINGAN GAJI 3 JUTA/MINGGU
Kerja management dari program kerja online ( Online Based Data Assigment Program / O.D.A.P ) Membutuhkan 200 karyawan diseluruh Indonesia yang mau kerja sampingan online dengan potensi penghasilan 3 JUTA/Minggu + GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan. Tugasnya hanya ENTRY data, per entry @10rb. Misal hari ini anda kirimkan 200 data dari O.D.A.P yang harus di entry berarti kita dapat hari ini @ 10rb x 200 = 2 JUTA. Lebih jelasnya kirimkan NAMA Lengkap & EMAIL anda
Buka http://www.penasaran.net/?ref=92vcnd

Anonymous said...

Artikel'y sangat mantap sekali..
Kebetulan saya lg butuh artikel itu