August 18, 2009

Peringatan Hari Kemerdekaan Penuh Makna

Cukup banyak cara untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 64 pada tahun ini. Ada pemecahan rekor dunia menyelam terlama lewat acara Sail Bunaken di Sulawesi Utara. Ada pengibaran bendera Merah Putih di puncak gunung tertinggi di Pegunungan Elbrus - Russia. Dalam skala kecil, ada lomba mendaki bukit Bojongkoneng dengan sepeda lipat di Sentul Bogor dan masih banyak lagi acara lainnya dengan kemegahan dan keunikan tersendiri .

Termasuk sebuah upacara sederhana di perumahan tempat saya tinggal di Kota Bogor.Perumahan kami termasuk perumahan kecil dengan jumlah rumah tidak lebih dari 200 rumah. Dari kuantitas memang kecil, namun dari kualitas perumahan sederhana kami cukup nyaman karena telah memiliki koneksi internet lewat RT/RW Net yang dijaminmurah.com, rumah kompos untuk mengolah sampah, kebersihan dijamin bersih dan sebuah mesjid jaminan untuk masa depan . Semua itu hasil swadaya warga.

Dapat dikatakan, perumahan kami seperti "Indonesia Kecil", karena warga yang tinggal mewakili daerah-daerah di Indonesia, mulai dari warga asal Aceh sampai Papua. Mulai suku Sunda, Jawa, Batak sampai Ambon. Semua ada disini.Setiap tahun sejak perumahan ini berdiri tahun 2004, kami selalu mengadakan acara dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Mulai dari lomba tradisional anak-anak sampai pertandingan olahraga antar RT dan diakhiri acara Malam Panggung Gembira yang merupakan acara puncak peringatan kemerdekaan ini.

Teristimewa peringatan kemerdekaan pada tahun ini. Kami menyelenggarakan "Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih". Awalnya hanya beberapa warga mengusulkan diadakannya acara ini. Usulan ini disambut positif oleh Pak RW. Walau terkesan mendadak, beberapa warga langsung bahu membahu dan gotong royong mempersiapkan acara ini. Mulai dari pembuatan tiang bendera sederhana dari bambu, podium untuk inspektur upacara, sound system untuk pengeras suara, dokumentasi, sampai pembentukan petugas "paskibra".

Semua berjalan lancar. Sampai membuat Si Mbah -seorang warga yang merupakan pejuang veteran RI- terharu, :"si mbah upacara disini saja, tidak perlu di kantor walikota", ucap Si Mbah yang rajin inspeksi keliling komplek setiap bulan agustus untuk memastikan disetiap rumah sudah terpasang bendera Merah Putih. Dan apabila menemukan rumah yang tidak memasang bendera, beliau langsung menemui pemilik rumah, menerangkan tentang perjuangan merebut dan mempertahankan Merah Putih, begitu banyak pengorbanan yang diberikan. Dengan nada cukup tinggi beliau berkata,"Nak ini tidak pernah merasakan perjuangan, sekarang hanya mengibarkan bendera Merah Putih saja masih susah. Apa tidak punya uang untuk membeli bendera?" ucap si Mbak berapi-api. Tipikal seorang pejuang kemerdekaan jelas terlihat. Dan sejak saat itu, Merah Putih selalu berkibar disetiap rumah.

Salah seorang warga pensiunan militer dan seorang anggota PPI (Purna Paskibra Indonesia) ikut membantu melatih petugas Paskibra. Biasanya petugas Paskibra itu latihannya 1 bulan penuh, sedangkan ini cuma 1/2 hari pun tidak sampai. Banyak kejadian lucu pada saat latihan. Ada yang berjalan dengan kaki dan tangan melangkah maju bersamaan. Jalannya jadi seperti robot. Ada juga yang berjalan dengan tangan terkepal. "Bu, tangannya jangan dikepal, kayak mau tinju aja", ujar sang pelatih tersenyum geli."Wis lupa lagi, terakhir upacara jaman SMA",kilah sang petugas."Kalo aku terakhir upacara pas kawinan, upacara adat" yang lain menimpali. Semuanya tertawa.

Begitulah, suasananya. akrab dan penuh canda. Ada lagi yang bertanya:"Nanti pesertanya pake seragam apa pak RW?""Pakaiannya bebas saja, tidak perlu pake seragam-seragam segala, yang penting niatnya tulus ikut upacara ini, tapi usahakan pakailah pakaian terbaik" jawab Pak RW penuh bijaksana.

Dan tibalah hari bersejarah itu. Petugas dan Pasukan Pengibar Bendera sudah siap. Pak RW yang bertindak sebagai Inspektur Upacara sudah ditempat. Begitu pula puluhan warga sudah hadir dengan pakaian terbaiknya. Mayoritas menggunakan batik -ciri khas Indonesia alasannya- ada juga yang menggunakan pakaian pejuang, yang lebih sensasional lagi ada yang menggunakan baju merah celana putih. "Ini sudah saya siapkan setahun lalu" ucapnya mantap. Tidak ketinggalan Si Mbah dengan seragam kebanggaannya: seragam Veteran RI dengan peci khasnya yang berwarna coklat muda. Walaupun kondisi Si Mbah sedang kurang sehat, beliau sedikit memaksakan diri untuk acara ini, "Si Mbah langsung sehat kalau melihat Merah Putih berkibar" ucapnya lantang.

Upacara berjalan khidmat, lancar dan mengharukan.. Ternyata bisa juga kita serius, bisik seorang warga. Merah Putih sudah berkibar. Indonesia Raya sudah berkumandang. Dalam pesannya Pak RW mengatakan:"Kita patut bangga sebagai warga perumahan ini. Kita sudah melakukan apa yang semestinya harus kita lakukan untuk negeri ini. Biasanya kita mengadakan upacara berdera seperti ini karena terikat oleh peraturan dan sedikit unsur keterpaksaan. Karena kita seorang pegawai negeri maka harus upacara dikantor. Atau seorang pelajar yang wajib upacara disekolah, apabila tidak akan diskoring".

"Upacara bisa dimana saja, yang penting hati dan jiwa kita bisa memaknai arti kemerdekaan ini", ucapnya berapi-api. "Orang boleh mengatakan, bangsa ini sedang mengalami krisis nasionalisme, tapi disini -diperumahan ini- nasionalisme itu masih ada. Nasionalisme yang masih terpatri dalam diri bapak ibu dan saudara-saudara sekalian !" Lanjutnya.

Benar sekali apa yang dikatakan Pak RW tadi, yang penting adalah "jiwa"nya. Percuma raga kita capek berdiri apabila jiwa kita tidak bisa memaknai arti kemerdekaan. Seorang WR Supratman dengan jenius menulis dalam salah satu bait Indonesia Raya:

"Bangunlah Jiwanya.

Bangunlah Badannya.

Untuk Indonesia Raya..."

Badan yang tidak memiliki jiwa akan terasa Hampa. Sedangkan jiwa tanpa badan hanyalah berupa Roh. Maka "Bangunlah Jiwanya" terlebih dahulu, setelah itu baru "Bangunlah Badannya". Kolaborasi itu akan membentuk seorang pribadi yang kuat.

Setelah upacara selesai, si Mbah pejuang veteran memberikan sebuah pesan, "Nak RW, Si Mbah terharu dan bangga, tolong lakukan upacara seperti ini sampai akhir zaman!" ucapnya lantang. Pak RW menjawab," ....Siap, mbah. Itu sudah menjadi kewajiban kami sebagai penerus bangsa..."Dan "Indonesia Kecil" pun bergema dengan pekik: MERDEKA!!!

Bogor, 17 Agustus 2009

July 29, 2009

T-Shirt Indonesia @Google



Iseng-iseng membuka blog kdri (kementrian desain republik indonesia) , ternyata ada lomba desain kaos. Koleksinya bagus dan unik. Tertarik untuk ikutan dan mencoba mengirimkan desain diatas. Ternyata desainnya masih belum layak tayang alias ditolak. Yah daripada ga dipake lebih baik dipublish disini aja, siapa tau ada yang minat mau dibikin jadi kaos.


Bagi yang berminat, silahkan dibuat aja, gratis! Kalau sudah jadi, kirim aja satu, buat kenang-kenangan..

July 21, 2009

Dimana Hati Nurani Seorang Fotografer?


Kejadian Bom Marriott dan Ritz Carlton menyisakan duka yang teramat dalam terutama bagi para korban dan keluarganya. Beberapa saat setelah kejadian, dengan cepat beredar foto-foto dan gambar-gambar baik lewat e-mail maupun blackberry messenger (bbm) yang memperlihatkan korban akibat bom tersebut.

Terekam foto seorang korban, dengan kondisi sangat mengenaskan. Seluruh badan penuh luka dan darah, termasuk dibagian kepada dan mata.Beberapa fotografer mengabadikan moment tersebut, bagi mereka ini adalah momen eksklusif. Namun sesungguhnya ini adalah momen yang tragis. Seseorang yang sedang kesakitan, berjuang antara hidup dan mati, sakaratul maut- dimanfaatkan oleh seorang fotografer untuk sebuah eksklusivitas atau publisitas. Dimanakah hati nurani sang fotografer? Kita tidak tahu apakah sang fotografer seorang wartawan atau bukan.
Bagaimana kalau kejadian seperti ini menimpa kerabat atau saudara mereka? Apakah mereka tidak peduli dengan perasaan keluarga korban?Bila Anda seorang fotografer, sungguh terlalu naif apabila mengharapkan penghargaan pulitzer atau apapun dengan memanfaatkan foto ini. Sedangkan bila Anda seorang amatir yang kebetulan sedang berada disana, yang Anda dapatkan hanyalah popularitas semu! Mungkin satu nyawa akan tertolong apabila pada saat itu, anda meletakkan kamera dan memberikan pertolongan pertama kepada korban.

Semoga, ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa sebagai apapun, kondisi apapun, kita masih harus tetap menempatkan hati nurani diatas yang lainnya.

*) deepest condolence to Mr. Timothy Mackay (presdir Holcim Indonesia) dan semua korban tragedi bom JW Marriott dan Ritz Carlton.

Tulisan ini dimuat juga di kompasiana dengan link:
http://public.kompasiana.com/2009/07/21/dimana-hati-nurani-seorang-fotografer/

June 29, 2009

My first Online Experience

Dalam rangka ulang tahun ke-11 detikcom aku ingin berbagi pengalaman pertama saat mengenal dunia internet.


Saat itu pada saat akhir masa kuliah. Beberapa teman dengan bangganya mengaku sudah mempunyai e-mail dan sering bolak-balik ke warnet.

Eh, lu udah punya email belum?” Tanya temanku.
Dulu ada sih, sekarang udah gua jual!” jawabku cuek. Temanku langsung ngeloyor pergi.

Yah begitulah saat e-mail sedang booming. Selanjutnya yang sedang heboh demam Friendster. Setiap mahasiswa rasanya wajib memilikinya. Aku pun tidak mau kalah dengan teman-teman yang lain. Beberapa hari kemudian, aku sempatkan ke warnet untuk membuat account Friendster, tidak lupa aku mengajak seorang teman yang kelihatannya sudah menguasai dunia maya. Akhirnya terwujud juga pengen punya Friendster.

Email lu apa?” tanya temanku sambil mulai mengetik-ngetik di keyboard.
Belum punya!” jawabku singkat.
Ya udah, kalo gitu lu ke Yahoo aja, buat account baru aja
Yahoo? Emang jam segini masih buka?” jawabku polos sambil melihat jam yang sudah menunjukkan jam 11 malam. Temanku tak kuat menahan tawa.

Malu juga rasanya. Seperti ketinggalan jaman. Setelah itu, aku sudah sering menggunakan internet. Aku mulai ketagihan, terutama chating. Dengan chat kita bisa ngobrol dengan siapa saja, termasuk teman baru di dunia maya. Pada suatu hari, teman wanita saya didunia maya, mengajak bertemu didunia nyata. Wah kesempatan emas nih, setelah kenalan dan berkencan didunia maya akhirnya kesampaian juga ketemu didunia nyata. Namun ternyata, setelah bertemu muka, saya sangat kecewa saudara-saudara, karena wanita yang selama ini saya bayangkan adalah wanita yang cantik, muda dan wah pokoknya selangit deh, namun kenyataannya berbalik 180 derajat! Sejak saat itu aku stop berchating-ria!

Beberapa tahun terakhir muncul wabah baru: blog! Inilah wadah baru yang bisa menampung aspirasi, imajinasi, ide, gagasan dan kreatifitas. Aku mencoba untuk membuat sebuah blog. Aku input pengalaman-pengalaman pribadi dan informasi yang bermanfaat. Rasanya seperti webmaster yang jago membuat website. Teman-teman didunia maya bertambah lagi, kali ini yang berkualitas dari sekedar teman chating.

Dan yang terakhir fenomena baru: Facebook! Dengan facebook kita bisa bertemu dengan siapa saja. Bisa teman-teman lama, seperti teman kuliah, SMA, SMP bahkan SD (masih belum ketemu nih sama temen TK). Mendadak reuni jadi rame lagi, acara kumpul-kumpul dengan teman masa lalu. Upload foto-foto jaman dulu, ternyata banyak kenangan yang indah. Dengan teman bermain, sahabat bahkan pacar pertama! Kita tidak akan pernah menyangka akan bertemu lagi lewat dunia maya. Namun ada juga yang masih belum mengenal Facebook. Pernah aku cari satu teman dekat waktu SMA di daerah, namun tidak pernah ketemu. Akhirnya aku menemukan nomor teleponnya.

Eh, lu punya Facebook nggak?” aku langsung Tanya.
Belum!” dia menjawab spontan, ”Di Gramedia ada nggak?” lanjutnya.
Aku hanya bisa tertawa. Disangkanya Facebook itu sebuah buku.

Entah revolusi apalagi yang akan terjadi pada masa yang akan datang, yang jelas sejak booming internet, kita sepertinya susah untuk dipisahkan dengan dunia ini. Rasanya sudah menyatu dengan raga. Sehari tanpa internet, rasanya ada yang kurang. Internet sudah seperti udara yang harus kita hirup. Hampir semua bidang pekerjaan sangat tergantung internet. Masih ingat dengan gempa di Taiwan beberapa waktu yang menyebabkan backbone internet untuk beberapa kawasan didunia mati. Dunia begitu kolaps. Dunia serasa kiamat. Begitu dahsyatnya pengaruh internet saat ini. Internet adalah sebuah penemuan yang paling fenomenal abad ini.

June 23, 2009

Kejutan Untuk Anak dan Isteri Tercinta

Sejak kelahiran anak kami yang kedua, kami ingin sekali menambah kamar. Karena dengan kamar yang ada sekarang menjadi tidak cukup, maklum rumah kami tipe 36 dengan dua kamar.

Kami mencoba untuk berhitung. Dengan luas tanah 72 m2, rasanya tidak cukup menambah kamar dilantai dasar. Satu-satunya jalan adalah dengan membuat lantai atas, dengan konsekuensi biaya mahal, rumah menjadi berantakan karena harus membuat dudukan untuk beton, dapur juga harus dibongkar, barang-barang harus dipindahkan dan sebagainya. Minimal kita harus mengontrak rumah dulu pada saat renovasi dan membutuhkan biaya yang cukup besar.

Namun yang menjadi faktor utama adalah biaya. Darimana biaya sebanyak itu? Sementara keperluan sehari-hari saja masih belum cukup. Sedih rasanya menceritakan ini kepada isteri.

Saat ini, kita belum bisa buat kamar diatas, biayanya ternyata mahal, sementara biaya untuk keperluan sehari-hari masih banyak. Maafkan ayah ya...” ucapku pada isteriku. ”Biarlah ayah tidur diruang tv, mama sama dede dan si teteh tidur sendiri”, lanjutku sambil berusaha menahan rasa sedih. Isteriku menjawab: ”nggak apa-apa, kan bisa lain waktu dan mudah-mudahan ada rezekinya” sambil mengusap tanganku. Sebuah jawaban yang melegakan. Senang rasanya memiliki isteri yang pengertian.

Namun, dibalik itu sebenarnya aku mempunyai rencana. Selepas lunas cicilan rumah, lantai atas harus segera dibangun. Namun waktunya masih 5 tahun lagi. Kubicarakan dengan isteri dan dia setuju. Aku mulai mendesain rumah dengan segala kemampuanku. Tiba-tiba aku menjadi arsitek dan isteriku menjadi konsultannya. Kubuat gambar 3 Dimensinya. Sebuah rumah yang sempurna. Isteriku tersenyum bangga. ”Sabar ya ma, 5 tahun lagi..”

Aku sedikit memiliki keahlian gambar 3Dimensi. Beberapa tetanggaku sudah aku buatkan design rumahnya, gratis. Dengan tetangga kan harus saling bantu. Kadang aku tersenyum sendiri, aku buat design untuk mereka dan mereka bangun sampai jadi sesuai dengan design, sementara rumahku belum sempat direnovasi. Tetanggaku sempat bercanda, ”rumahnya dijadikan cagar budaya saja”, karena memang belum diapa-apakan sejak dihuni. Aku hanya tersenyum kecut.

Dari obrolan dengan tetangga, aku mendapat informasi. Sekarang, kalau ingin membuat lantai atas, tidak perlu lagi menggunakan beton dengan segala kerepotannya, seperti membuat dudukan beton, mengecor, menunggu sampai kering, dsb. Saat ini sudah ada produk yang bisa membuat lantai atas dengan instant yaitu menggunakan produk HEBEL dan semen instant PRIME MORTAR. Setelah mendapat informasi tersebut, langsung aku googling di internet. Dan ternyata benar, dengan menggunakan HEBEL, pekerjaan menjadi mudah, tidak perlu menggunakan dudukan untuk mengecor dan tidak perlu menunggu 2 minggu untuk kering. Lebih mudah dan hemat. Selain itu keunggulan HEBEL lainnya adalah kuat, ringan, ekonomis, ukuran akurat, kedap suara, tahan lama, tahan panas dan api dan ramah lingkungan. Sedangkan untuk semen instant PRIME MORTAR memiliki keunggulan daya rekat tinggi, tahan lama, praktis dan kualitas yang sudah tidak diragukan lagi karena sudah memiliki standart internasional.

Dan akhirnya, aku membaca ada lomba kompetisi blog berhadiah satu lantai dari HEBEL dan PRIME MORTAR, inilah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Mudah-mudahan bisa menjadi pemenang utama, terbayang betapa bahagianya melihat wajah isteri dan anak-anakku bila impian ini segera terwujud.

Tidak perlu menunggu 5 tahun lagi.

Semoga.


Design rumah asal

Design rumah setelah pengembangan

Design di lantai 2

November 25, 2006

What Is The Meaning of Blog?


I don't know when first time finding of blog. But till now growth of blog very fast. This matter is possible caused by blog is easy, simpel and free of charge. The so many people expressed its into blog. Start from personal note, journey note, articles curse exorcism is even also infused by blog. Blog is true very useful. Even can yield money with blog. Interesting Blog of course a lot will visit. Thereby advertisement also interest to install advertisement in blog.

But for me, blog is blog. Like smurf is smurf. Hence from now on make blog which is blog.