October 16, 2012

Diskusi Budaya & Wisata Bersama ASEAN Blogger Community

Sabtu 13 Oktober 2012 lalu diadakan Diskusi Budaya & Wisata yang diadakan oleh ASEAN Blogger Community (ABC) Chapter Indonesia. Acara yang diadakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementrian Luar Negeri RI itu diadakan oleh ABC selain itu ajang silaturahmi juga merupakan rangkaian dari Ulang Tahun ASEAN yang ke-45 yang jatuh pada tanggal 8 Agustus lalu. 

Iman Brotoseno yang merupakan Ketua ABC Indonesia dalam sambutan singkatnya mengatakan dalam diskusi ini juga secara khusus akan menampilkan film dokumenter "Lukas Moment" yang mengupas tentang kehidupan sehari-hari di Papua yang ingin memberikan perspektif baru tentang Papua dari yang selama ini kita ketahui dari berbagai media. Dalam kesempatan itu juga diputar awal pembentukan ABC Indonesia ini termasuk kegiatannya. Bapak Haz Pohan yang merupakan duta besar yang juga salah seorang penggagas ABC Indonesia ini mengatakan bahwa ABC ini harus terus berkembang dan harus lebih memahami budaya di ASEAN. Sebelum lebih jauh memahami budaya negeri lain, lebih baik mendalami budaya negeri sendiri, untuk itulah diadakan acara ini. Pak Haz yang juga seorang blogger dan aktif di sosial media mengharapkan blogger anggota ABC selalu aktif dan tetap mendukung langkah-langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam memajukan ASEAN.

Kemitraan ASEAN

Diskusi pertama mengetengahkan materi tentang kemitraan ASEAN dengan negara-negara yang selama ini bekerjasama. Istilah ini disebut Mitra Wicara. Tampil sebagai nara sumber adalah I Gusti Wesaka Puja yang menjabat sebagai Dirjen Kerjasama ASEAN yang mengetengahkan materi "Sosialisasi Peningkatan Kerjasama ASEAN dengan Mitra Wicara."

Pak Puja mengatakan ASEAN sudah berusia 45 tahun, sedangkan ASEAN Blogger baru berusia 1 tahun, sudah menjadi tugas ASEAN membimbing ASEAN Blogger ini agar menjadi tumbuh cerdas dan sehat.

Secara singkat dikatakan bahwa latar belakang awal pembentukan ASEAN salahsatunya adalah untuk mencegah dan menyelesaikan konflik. Diharapkan ASEAN menjadi kawasan yang dinamis dan terus berkembang sebagai penyumbang perdamaian di kawasan dan global. Selain itu hubungan ASEAN dengan mitra wicara diharapkan akan terus berkembang dimasa depan. Para pemimpin ASEAN mempunyai komitmen untuk menciptakan perdamaian dan dapat menyelesaikan konflik. Selama 45 tahun berdiri ASEAN mampu menjaga perdamaian walaupun ada riak-riak sedikit di perbatasan Thailand dan Kamboja.

Perkembangan ASEAN yang berdiri tahun 1967, lalu tahun 2008 mengeluarkan Piagam ASEAN dan rencananya tahun 2015 akan dideklarasikan komunitas ASEAN yang meliputi politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Saat ini ketua ASEAN dipegang oleh Indonesia dengan prioritas :

1. Memajukan Komunitas 2015
2. Menciptakan kawasan kondusif dan dinamis
3. Visi ASEAN pasca 2015

Isu lain yang cukup penting adanya isu HAM yang dideklarasikan tahun 2012 yang merupakan bagian dari komunitas polkam ASEAN. Isu bebas nuklir Asia Tenggara (SEAN WFZ) keamanan dan stabilitas kawasan ASEAN dengan adanya peace and reconciliation. Isu penanganan konflik Kamboja dan Thailand berkaitan dengan konflik sebuah vihara yang diklaim oleh keduannya. Isu demokratisasi dan perlindungan HAM di Myanmar.

Kerjasama lain adalah satu VISA untuk ASEAN yang mengembangkan visa bersama, jadi warga negara diluar ASEAN cukup mendapat izin 1 visa saja dari salah satu anggota ASEAN maka dia berhak mengunjungi seluruh anggota negara ASEAN tanpa perlu minta visa lagi ke negara yang dikunjunginya. Sementara untuk seluruh warga ASEAN sudah bebas visa jika mengunjungi negara anggota ASEAN.

Komunitas ekonomi ASEAN juga sedang mengembangkan konektifitas ASEAN dengan adanya Master Plan of ASEAN Connectivity dengan membangun infrastruktur yang kuat. Isu adalah memperkuat hubungan antara warga ASEAN dan bukan ASEAN. Peningkatan kerjasama ASEAN Single Window untuk meningkatkan nilai perdagangan. Pembentukan AHA Center yang khusus menangani bencana alam, sekretariatnya ada di Jakarta. Dibentuk juga ASEAN minsterial Meeting of Women untuk meningkatkan kerjasama dalam perlindungan hak wanita dan gender.

Prioritas II ASEAN memastikan kondisi yang kondusif untuk pembangunan contohnya membantu krisis Laut China Selatan dengan menyepakati agreement dengan China, mempertemukan Korea Utara dan Korea Selatan menyangkut isu semenanjung Korea yang memanas, menyambut aplikasi Timor Leste untuk menjadi anggota ASEAN.

Prioritas III mengupayakan adanya suatu community global of nations, jadi bukan hanya isu Asia Tenggara saja, tapi juga isu dunia. Roadmaps implementasi ASEAN Community in a global communty nations dengan tujuan strategis adalah :

1. Koordinasi dengan langkah terpadu
2. Mendapat pengaruh secara global
3. Kawasan yang membantu penyelesaian di tingkat global, maksudnya agar ASEAN bisa diperhitungkan dunia.

Tahun 2012 ini merupakan akhir keketuaan Indonesia, selanjutnya akan dilanjutkan oleh Kamboja dengan visi One Community, One Destiny dengan prioritas terintegrasi dan menanamkan semangat kebersamaan. Program ini juga merupakan lanjutan dari program keketuaan Indonesia.

Pembicara lainnya adalah duta besar Bapak Bagas Hapsoro yang membahas "Potensi Kerjasama di ASEAN dengan Mitra Wacana." Bagas yang pernah menjadi Duta Besar Lebanon ini mengatakan bahwa potensi ASEAN semakin berperan, dunia melihat ASEAN itu aman, damai dan dinamis.

ASEAN memiliki Mitra Wacara atau Dialogue Partner bersama 11 negara yaitu Amerika Serikat, China, Uni Eropa, Jepang, India, Kanada, Rusia, Australia, Korea Selatan, Jerman dan Kanada.

Dengan Amerika Serikat hubungan ASEAN cukup bagus, mereka selalu mendukung dalam berbagai bidang. Menurut Iman Brotoseno, Amerika juga selalu mendukung jika ada event social media di Indonesia. Mereka juga concent dengan isu perdagangan manusia, perlu adanya kerjasama dengan blogger untuk ikut berkampanye. Mereka bahkan mengadakan acara MTV Exit Anti Trafficing di beberapa kota di Indonesia sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap manusia.

China adalah partner perdagangan terbesar di dunia dan sangat aktif bekerja sama dengan ASEAN. Keseriusan China dalam berhubungan dengan ASEAN menempatkan duta besar khusus untuk ASEAN. Jerman juga bagus dalam bidang corporate design dengan biaya dari mereka. Ada juga bantuan pertukaran wartawan.

Jepang sangat support kepada ASEAN dengan memberikan bantuan multy years (lebih dari 1 tahun), mereka siap memberikan bantuan asal proposal yang diajukan jelas dan bermanfaat.

Itu adalah beberapa kerjasama ASEAN dengan Mitra Wicara.

Dalam sesi tanya jawab ada seorang blogger yang bertanya tentang nasib 18 blogger di Vietnam yang dipenjara pemerintahan setempat akibat kritik mereka terhadap kebijakan pemerintahannya. Secara diplomatis nara sumber menjawab bahwa kebebasan berpendapat setiap negara berbeda, namun kebebasan berekspresi di Indonesia sudah luar biasa. *hidup reformasi*

Pemutaran Film Dokumenter "Lukas Moment"

Selanjutnya diputar film dokumenter "Lukas Moment" yang karya Aryo Danusiry yang menceritakan kisah seorang pemuda bernama Lukas yang sedang mencoba berbisnis di kota kelahirannya Merauke, Papua.

Lukas yang masih duduk di bangku SMA melihat potensi di daerahnya yaitu hasil laut berupa udang. Dengan peralatan yang sederhana Lukas dan teman-temannya mengumpulkan dan menangkap udang yang melimpah di laut Merauke. Dia mencoba untuk berbisnis dengan bantuan dari LSM dari Jayapura. Namun dalam perjananannya mengalami berbagai hambatan. Baik modal maupun terbentur jarak dan lokasi dengan daerah pemasaran. Film dokumenter yang sederhana ini seakan memberikan gambaran kondisi Indonesia yang sesungguhnya. Namun banyak pelajaran yang bisa dipetik dari film ini. Kepercayaan, keyakinan, keteguhan, sangat diperlukan dalam berbisnis.

Aryo memaparkan pembuatan syuting film yang berlangsung selama 3 bulan itu dilakukan pada tahun 2004 dan dibiayai dari hasil beasiswa dari Harvard University. Aryo adalah kandidat doktor dibidang film dari universitas paling bergengsi di dunia tersebut. *dan sudah seharusnya kita bilang WOW*

Tema yang diambil adalah Papuanisasi yang sedang booming waktu itu dengan mengambil ide bagaimana orang Papua menjadi tuan di tanahnya sendiri. Aryo tertarik dengan tokoh Lukas karena mempunyai ide yang menarik untuk mengembangkan bisnis udangnya dengan mengirim ke Jayapura. Aryo berkesimpulan, intervensi pasar adalah kata kunci dalam film tersebut, perlu adanya distribusi yang baik untuk mengembangkan sebuah bisnis. Kamera bisa menangkap dan bercerita apa sesungguhnya yang terjadi. Aryo berkesimpulan, masyarakat menjadi miskin bukan karena malas, tapi karena struktural tidak bisa mengintervensi pasar.

Ada seorang peserta yang bertanya, bagaimana nasib Lukas sekarang, setelah 8 tahun film itu dibuat. Aryo menjawab jujur. Jawaban yang sangat mengagetkan para peserta. Tentu jawaban itu tidak etis ditulis disini. Namun, Aryo menambahkan, "ini adalah film nyata, bukan film hollywood" sambil menutup sesi ini.

Talkshow Budaya dan Wisata di Indonesia

Selanjutnya acara diisi talkshow yang mengupas budaya dan wisata di Indonesia yang menghadirkan Doddy Matondang yang merupakan ketua Ikatan Budaya Pariwisata Indonesia yang merupakan organisasi kumpulan dari mantan Abang-None, Putra-Putri daerah yang berasal dari seluruh Indonesia. Ikatan ini mempunyai program mengeksplorasi budaya daerah dengan tindak nyata mengumpulkan potensi-potensi budaya Indonesia.

Pembicara lain adalah Dimas Muharam yang merupakan penggagas Kartunet yaitu Karya Tuna Netra. Dimas adalah penyandang disabilitas tuna netra yang kini menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia. Namun kekurangannya itu tidak menyurutkan niat untuk terus berkarya dan belajar, dia sering ngeblog bahkan punya akun twitter. Menurut Dimas, Kartunet merupakan budaya hasil karya manusia, dengan demikian Kartunet juga merupakan bagian dari budaya Indonesia.

Kartunet pernah membuat games balap mobil khusus tuna netra, namun orang yang bisa melihatpun bisa menggunakannya, namun saat diadakan lomba justru yang menang adalah orang yang tuna netra, sementara orang yang normal kalah. Kartunet juga mengangkat isu pendidikan untuk semua orang, juga layanan publik untuk kaum disabilitas. Kami cukup trenyuh dengan perjuangan Dimas dan kawan-kawan, mengapa justru mereka yang peduli dengan kaum disabilitas, sementara kita manusia yang normal? *nutup muka*

Ya semoga dengan adanya talkshow ini mata kita menjadi terbuka untuk hal-hal demikian, termasuk mata hati.

Tanpa terasa acara sudah akan berakhir, tidak terasa kita berdiskusi selama 5 jam. Semoga kita semua mendapat pelajaran yang berharga dari acara seperti ini. Acara diakhiri dengan makan malam bersama dan ramah tamah sesama blogger.

all photo by @HARRISmaul


8 comments:

AR Mutajalli said...

bagaimana nasib Lukas??

*"narasumber" atau "nara sumber"

Harrisma said...

Kasih tau ga yah ......

ajengkol said...

Wah makasih atas reportase dan kehadirannya

Harrisma said...

sama2 mbak ;)

Godangisina said...

wahh keren bagt ne beritanya

Harrisma said...

Bisa selengkap ini saya melakukan live tweet saat acara, dan menyatukannya saat posting.

m-fahrin said...

Mantap kang, mari kita lestarikan budaya dan wisata kita,he sukses selalu...

Harrisma said...

ya kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan budaya bangsa? ;)