Showing posts with label Kompasiana. Show all posts
Showing posts with label Kompasiana. Show all posts

December 06, 2012

Antara Aku, Kompasianival 2012 dan Indosat Super 3G+


Pesta Kompasianival 2012 sudah berakhir. Namun acara yang diselenggarakan pada tanggal 17 November 2012 lalu itu banyak meninggalkan kesan yang mendalam bagi Kompasianer termasuk saya. Pertama kali yang saya lihat adalah Mbak Dina, yang menjadi reporter dari Koplak Yo Band. Namun sepertinya Mbak Dina tidak mengenal saya, jadi saya dicuekin deh :D

Kemudian saya melihat stand-stand yang ada di Kompasianival, mulai dari stand Emak2Blogger yang dikomandani Mbak Mira Syahid, sebuah komunitas khusus untuk ibu-ibu yang hobi menulis atau ngeblog. Bapak-bapak dilarang keras untuk bergabung ya :D. Lalu berlanjut ke stand “Blogger Hibah Sejuta Buku” wah mulia sekali tujuan Mbak Anas - yang datang jauh-jauh dari Malaysia-berniat mengumpulkan buku sampai sejuta untuk dihibahkan! *Salut*

November 08, 2012

#7 Aksi Heroik Kapten Muslihat

........Darah mengucur dari perutnya. Namun bukannya menyerah, sang kapten seperti banteng terluka, terus menyerang musuh-musuhnya. Ia sudah tidak mempedulikan lagi berapa peluru musuh yang sudah bersarang ditubuhnya. Siapapun yang melihat peristiwa itu pasti akan terharu melihat perjuangan sang kapten. Gustiman - sang adik yang ikut berperang - mencoba menolong kakaknya yang sedang berjuang, namun sang kapten memerintahkan agar segera menyingkir agar tidak banyak korban yang berjatuhan......

Read More >>

October 01, 2012

Berharap Tuah Raja Midas


Dalam mitologi Yunani tersebutlah Midas, seorang raja yang terkenal karena kemampuannya semua yang dia sentuh berubah menjadi emas. Dalam satu kesempatan, karena telah menolong seorang dewa, Raja Midas diberi kesempatan untuk meminta apa saja yang ia mau. Dan Raja Midas meminta apa yang ia sentuh harus berubah menjadi emas. Permintaannya dikabulkan oleh dewa. Saat ia menyentuh pohon, pohon itu segera berubah menjadi emas, saat ia menyentuh batu, batu itu berubah menjadi emas. Bahkan saat ia akan makan, sendok yang dia pegang berubah menjadi emas. Dan yang mengagetkannya saat ia memegang anak perempuannya, seketika itu anaknya menjadi emas juga.
***

November 17, 2011

Wawancara Kompasianer Dengan Bapak Alex Noerdin

http://olahraga.kompasiana.com/sport/2011/11/17/wawancara-kompasianer-dengan-pak-alex-noerdin/

August 08, 2011

Workshop dan Pameran Foto Sambil Ngabuburit Bersama ASEAN Blogger Community

Sabtu 6 Agustus 2011 diadakan acara "Workshop dan Pameran Foto ASEAN Blogger Community " di Museum Bank Mandiri Jl. Lapangan Stasiun No.1 Jakarta. Acara ini diselenggarakan dalam rangka Ulang Tahun ASEAN 8 Agustus nanti dan juga merupakan acara temu Blogger untuk wilayah Jabodetabek. Termasuk hadir para Kompasianers seperti Oom Jay, Dian Kelana, Matahari Timoer, Baban Sarbana dan admin Kompasiana yang baru Iskandar Jet yang hadir dengan putrinya ditengah-tengah acara (telat ya bang? :p)

Baca selengkapnya

June 21, 2011

Talk Show Bersama Legendaris Bola Basket Amerika

August 20, 2010

Efektifkah Kereta Khusus Wanita?

Hari kamis tanggal 19 Agustus 2010, Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menneg PP-PA) Ibu Linda Gumelar meresmikan Kereta Khusus Wanita (KKW) di Depok. KKW ini rencananya akan ditempatkan di gerbong 1 dan 8 di setiap kereta AC ekspess dan ekonomi AC untuk jurusan Jakarta, Bogor, Bekasi dan Serpong.

Namun efektifkan pelaksanaan KKW ini? Belum sehari diresmikan, ketika saya melakukan perjalanan pulang ke Bogor menggunakan kereta Tanah Abang - Bogor, sudah ditemukan banyak laki-laki yang duduk manis di gerbang KKW tersebut. Mungkin banyak yang belum sadar adanya kereta khusus wanita tersebut atau pura-pura tidak sadar?

Suasana di Kereta Khusus Wanita, kamis 19 Agustus 2010

Sesungguhnya KKW ini pernah diterapkan oleh PT KAI beberapa tahun yang lalu, namun hanya bertahan beberapa bulan dan program ini hilang begitu saja. Mungkin salah satunya adalah karena tidak efektif penggunaannya.

Ada beberapa kritik yang ingin saya sampaikan dengan adanya KKW ini :

1. Mengapa namanya Kereta Khusus Wanita? konotasinya seluruh rangkaian kereta diperuntukkan bagi wanita. Nama lain yang lebih cocok mungkin Gerbong Khusus Wanita.

2. Mengapa ditempatkan di gerbong 1 dan 8 yang merupakan gerbong paling depan dan paling belakang? Jika seandainya - maaf - terjadi tabrakan, merekalah yang menjadi korban pertama kecelakaan tersebut, baik saat menabrak ataupun ditabrak. Bukankah tujuan diadakannya KKW ini untuk kenyamanan dan keamanan wanita saat naik kereta? Sebaiknya kebijakan ini ditinjau dan bisa saja ditempatkan di gerbong tengah di gerbong 4 dan 5.

3. Kebijakan KKW hanya khusus untuk kereta ekspess AC dan Ekonomi AC. Mengapa tidak dilakukan di kereta ekonomi? Jika tujuannya untuk menghindari pelecehan seksual, justru hal itu banyak terjadi di kereta ekonomi. Dengan padatnya penumpang yang masuk dalam kereta ekonomi tersebut (9 orang/meter persegi), justru menjadi tempat yang empuk untuk melakukan pelecehan seksual. Dari pantauan yang saya lihat sehari-hari, kereta ekonomi sangat tidak manusiawi. Tidak heran jika banyak penumpang yang naik ke lantai 2 (atap gerbong) karena padatnya penumpang di gerbong bawah.

4. Masih banyak penumpang yang belum mengetahui adanya KKW, sebaiknya gerbong tersebut dicat warna khas wanita (merah muda), baik interior maupun eksterior gerbong. Sementara saat ini hanya berupa poster yang ditempelkan didalam kereta yang sepintas mirip sebuah iklan.

Salam Kereta

August 09, 2010

Membedah “Pak Beye dan Istananya”

Buku “Pak Beye dan Istananya” karya Kompasianer Wisnu Nugroho, atau lebih akrab dipanggil Mas Inu secara resmi diluncurkan tanggal 4 Agustus 2010 pukul 14.00 WIB di Fab Cafe, Gramedia Grand Indonesia, Jakarta. Peluncuran yang juga dihadiri oleh sekitar 50 kompasianers dan teman-teman Mas Inu sesama wartawan istana, dilanjutkan dengan acara bedah buku tersebut. Adapun yang menjadi pembedah buku tersebut adalah Bang Effendi Ghazali - seorang pakar komunikasi politik yang ngetop lewat Republik Mimpi, Mbak Linda Djalil - mantan wartawati istana dan Kang Pepih Nugraha- founding father Kompasiana.


Mas Inu, wartawan Kompas yang selalu lupa memencet tombol “shift” ketika menulis di Kompasiana (karena tulisannya huruf kecil semua), mencoba menulis tentang sisi tidak penting dari seorang presiden SBY. Menurutnya berita penting sudah banyak dipublikasikan oleh media lainnya. Maka, ketika kita menbaca buku ini, sepertinya peristiwa tersebut tidak kita temukan di media lain, kecuali di Kompasiana tentunya, karena materi tulisan ini merupakan kumpulan tulisan yang dipublikasikan di media tersebut.

Awalnya kumpulan tulisan ringan tersebut tidak direncanakan akan dibuat menjadi sebuah buku, namun berkat “provokasi” Kang Pepih yang melihat ada sesuatu yang “luar biasa” dari catatan remeh-temeh ini, akhirnya Mas Inu rela kumpulan tulisannnya dijadikan buku. Bahkan rencananya akan dibuat 4 (empat) buah buku dalam bentuk Tetralogi.

Mas Inu menjelaskan, dia ingin membagi keresahan yang dialaminya saat meliput diistana, ada sesuatu yang menjadi misteri yang hingga kini belum terungkap, dia tidak ingin resah sendirian dan ingin berbagi keresahan dengan pembaca. Adapun nama Pak Beye adalah nama pemberian Pak Mayar, seorang buruh ladang di Cikeas Udik, tetangga dekat Pak SBY di Cikeas. Nama “Pak Beye” cukup ngetop seiring dengan deklarasi Kerakyatan di kediaman Pak Mayar yang diusung Koalisi Kerakyatan untuk menandingi koalisi Kebangsaan yang diusung rival politiknya. Alasan lain adalah beberapa hal unik yang perlu di share seperti kendaraan-kendaraan mewah yang keluar-masuk istana, milik siapa? ada apa? ini yang menjadi keresahan Mas Inu. Sampai tukang masak dan tukang pijit pak beye tidak luput dari bidikan Mas Inu yang hobi bersepeda (lipat) ini.

Mas Inu didampingi Tina Talisa saat memberikan alasan membuat buku Tetralogi Pak Beye

Kang Pepih dalam testimoninya mengatakan, awal ketertarikannya terhadap tulisan Mas Inu setelah membaca status Facebook-nya. Statusnya yang berisi hal-hal kecil tentang istana sepertinya menarik minat Kang Pepih untuk dipublish di Kompasiana. Mulai dari sepatu pejabat yang dibungkus sampai angka-angka misterius di istana. Dan sejak saat itu Mas Inu menjadi penulis aktif di Kompasiana.

Lain lagi dengan yang diungkapkan oleh Bung Effendi Ghazali. Bung EG menyatakan bahwa buku ini luar biasa. Buku ini merupakan sebuah buku komunikasi politik untuk membongkar pencitraan. Seharusnya bisa lebih heboh dan lebih berbahaya dari buku Gurita Cikeas karena buku ini lebih mengungkapkan lewat fakta dan gambar berupa foto. Sedangkan buku Gurita Cikeas hanya mengungkapkan data-data dari berbagai sumber. Jadi sebaiknya segera membeli buku ini sebelum ada yang memborongnya, kelakar Bung EG disambut tawa para undangan.

Pernyataan ini diamini oleh Mbak Linda Djalil. Bukti-bukti foto merupakan bukti otentik yang tidak terbantahkan. Foto-foto kendaraaan mewah, kasur sampai koki sepertinya mengungkapkan sisi kenakalan seorang Wisnu Nugroho. Ruarr Binasa, seloroh Mbak Linda. Baginya kamera adalah nyawa kedua bagi seorang wartawan termasuk wartawan tulis seperti dirinya. Kamera harus berada di dalam tasnya, seperti lipstik yang harus ada disetiap tas seorang wanita.

Bung EG sedang memberikan tanggapannya

Acara yang di pandu oleh presenter cantik Tina Talisa, dilanjutkan dengan tanya jawab dengan para undangan. Banyak yang memberikan apresiasi atas diterbitkannya buku ini. Salah satunya adalah seorang undangan mengatakan bahwa buku ini adalah sebuah Satir ala Jawa. Sebuah sindiran tapi diungkapkan dengan sopan santun. Apakah Pak Beye akan marah jika membaca buku ini? pasti marah, tapi sebagai seorang Jawa, marahnya dalam hati saja, lanjutnya langsung disambut tawa undangan.

Mas Inu mendadak menjadi selebritis dimintai tanda tangan :)

Acara diakhiri dengan pembagian 5 (lima) hadiah berupa buku dan t-shirt kompasiana bagi undangan yang bisa menjawab pertanyaan Mas Inu seputar buku ini. Dan salah satunya adalah saya yang beruntung mendapatkannya.

Terima kasih ya Mas Inu, ditunggu buku berikutnya.

Tulisan ini juga dimuat di : http://hiburan.kompasiana.com/group/buku/2010/08/05/membedah-pak-beye-dan-istananya/

June 29, 2010

Karma Sepak Bola



Hukum karma sepertinya berlaku di dunia sepakbola. Walaupun waktu pembalasannya entah kapan, namun sejarah selalu mencatat setiap peristiwa yang terjadi.

Seperti yang terjadi saat Jerman - Inggris memperebutkan satu tempat di 1/8 final. Saat ketinggalan 1-2 Inggris memiliki peluang menyamakan kedudukan lewat gol Frank Lampard. Namun seperti kita ketahui gol tersebut tidak disahkan oleh wasit. Inggris memang kalah 1-4 dari Jerman, namun lain ceritanya jika kedudukan menjadi 2-2. Peristiwa ini seakan mengulang peristiwa pada Piala Dunia 1966 di Inggris. Saat final Inggris melawan Jerman, sebuah gol dari pemain Inggris Geoff Hurth disahkan oleh wasit, padahal bola belum melewati garis gawang Jerman. Sendainya gol tersebut tidak disahkan, mungkin Jerman bisa menjadi juara dunia pada waktu tahun itu. Inilah karma sepakbola, Jerman perlu menunggu 44 tahun untuk membalasnya.

Contoh lain adalah Perancis. Finalis Piala Dunia 2006 ini harus angkat koper disaat tim lainnya mempersiapkan babak 16 besar. Apa karma dari tim Perancis? Seperti kita ketahui tim ini lolos ke putaran final Piala Dunia lewat gol kontroversial. Thiertty Henry menggunakan tangannya untuk menahan bola dan memberikan assist kepada William Gallas dan terjadilah gol. Gol ini membuat negara Perancis lolos ke Afrika Selatan dan menyingkirkan Irlandia. Tidak salah jika rakyat Irlandia yang paling senang Perancis tersisih. Perancis akhirnya bisa merasakan pahitnya sebagai pecundang, bahkan dengan cara yang lebih tragis dibanding Irlandia.

Demikian pula dengan Italia. Juara bertahan ini harus pulang lebih cepat karena kalah 2-3 oleh Slowakia, sebuah negara baru pecahan dari Cekoslowakia. Karma dari Italia adalah saat merebut Piala Dunia 2006 yang diraih lewat cara kontroversial. Mereka diuntungkan dengan dikeluarkannya Zidane akibat menanduk Materazzi yang melakukan provokasi terhadap dirinya. Seharusnya Materazzi pun mendapat kartu merah. Namun Italia diuntungkan dan menang lewat adu penalti.

Akankah karma sepakbola masih berlanjut? Kemungkinan itu masih ada. Masih banyak pertandingan yang akan dimainkan. Masih banyak hutang-hutang yang belum terbayar. Bisa jadi nanti malam saat Spanyol melawan Portugal, Ronaldo atau Carvalho mendapat kartu merah sebagai karma dari Rooney saat Piala Dunia 2006. Atau saat Argentina melawan Jerman, Mueller atau Klose menggunakan tangannya untuk mencetak gol sebagai karma dari Maradona saat Piala Dunia 1986. Jika hal itu terjadi, Maradona tentu akan merasakan betapa pahitnya mendapat kekalahan seperti itu.

Jika tidak terjadi saat ini, mungkin akan terjadi pada piala dunia berikutnya. Karena sejarah selalu mencatat, bahwa KARMA selalu berlaku di dunia sepakbola.



Uploaded with ImageShack.us

May 29, 2010

Resensi Buku : World Cup 1930 - 2010 (Aczel - Tiga Serangkai, 2010)


Piala Dunia 2010 semakin dekat. Di toko-toko buku kini banyak buku panduan yang mengulas tentang event tersebut. Dari sekian banyak buku panduan Piala Dunia, ada satu yang menarik perhatian yaitu Buku World Cup 2010. Buku ini bisa dikatakan lain dari yang lain. Biasanya buku panduan mengulas tentang tim-tim yang akan berlaga, lengkap dengan kekuatan tim, pemain bintang dan prediksi yang layak jadi jawara. Namun dalam buku ini kita menemukan sesuatu yang berbeda : unik dan lucu.

Buku ini disajikan dalam bentuk  karikatur yang lucu yang digambar oleh Aczel, kartunis terkenal asal Argentina yang kini tinggal di Amerika. Wajah pemain sepakbola dibuat sedemian rupa dengan menonjolkan karakter utama pemain tersebut seperti Ronaldo dengan gigi tonggosnya, Roberto Baggio dengan kuncir rambutnya dan ekspresi wajahnya dapat dikatakan sangat mirip dengan aslinya.

Tandukan Zidane terhadap Materazzi

Dalam buku ini anda dapat melihat sejarah dan peristiwa penting piala dunia dari Piala Dunia 1930 sampai 2010. Anda akan melihat ketika Frank Richard meludahi Rudi Voeller atau tandukan Zidane terhadap Materazzi yang menggegerkan. Bagi penggemar sepakbola buku ini layak untuk di koleksi karena bisa menambah pengetahuan tentang piala dunia yang tidak kita ketahui. Saya yakin anda akan tersenyum geli bila melihat buku ini secara detail, halaman per halaman dan akan puas hingga halaman terakhir. 

 Cristiano Ronaldo

Buku ini bisa didapatkan di toko buku atau bisa juga membeli online dengan melakukan klik dibawah ini.


Masukkan Code ini K1-6F11BY-C
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Sumber Foto: Flickr.com

Optimalkan Blog Lewat Monetizing

This summary is not available. Please click here to view the post.

May 11, 2010

Saya Menyesal Menabung di Bank Syariah


Selama ini saya merasa nyaman menabung di bank konvensional, banyaknya informasi tentang bank syariah cukup mengusik saya untuk mengetahui lebih jauh tentang bank syariah. Dan setelah mengetahui segala kelebihannya terus terang saya menyesal. Menyesal kenapa tidak dari dulu menabung di bank syariah.

Saya membuka rekening di sebuah bank syariah milik pemerintah. Mengambil jenis simpanan dalam mata uang rupiah berdasarkan prinsip wadiah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat tertentu yang disepakati.

Karakteristik dari tabungan yaitu : berdasarkan prinsip Syariah dengan akad wadiah setoran minimal yang ringan dan terjangkau, tabungan dengan bonus yang menarik, aman dan terjamin , dilengkapi dengan Kartu ATM sekaligus Kartu Debet ( Optional ) dan dapat ditarik/setor setiap saat di seluruh cabang.

Sedangkan manfaat dari tabungan ini adalah dana aman dan tersedia setiap saat, Transaksi online di seluruh cabang, Mendapatkan kartu ATM sekaligus debet dan mendapat bagi hasil yang kompetitif. Selain itu, biaya administrasi bulannya sangat murah atau hasil dari bonus bagi hasil dan tidak memotong tabungan pokok. Tabungan ini merupakan salah satu produk dari puluhan produk yang dikeluarkan oleh bank syariah.

Berdasarkan karakteristik dan manfaat tabungan diatas sebenarnya hampir sama dengan tabungan di bank konvensional. Namun yang membedakan adalah prinsip di bank syariah ini adalah bagi hasil, sedangkan di bank konvensional menggunakan bunga. Sedangkan bunga bank (menurut sebagian orang) termasuk riba, dan riba itu termasuk haram.

Mengenai riba, suatu saat Rasulullah sallallahu’alaihi wassalam bersabda “akan datang masa ketika mereka yang tidak mau makan riba pun terkena debunya.” Artinya pada masa itu kita tak bisa menghindari riba. Semua tata kehidupan sudah terkontaminasi oleh riba, walaupun cuma debunya saja.

Coba perhatikan kondisi sekarang, ketika kita hendak memiliki rumah atau kendaraan harus membayar dengan kredit, karena harga yang tidak terjangkau. Lebih dari itu, untuk kebutuhan sekunder pun, seperti untuk biaya pendidikan, ongkos kesehatan, hiburan juga menggunakan kredit. Lewat jalan tol pun sudah termasuk dalam sistem riba karena pembiayaannya dari perbankan.

Allah SWT akan memberikan hukuman yang berat para pelaku riba. Dosa yang ditanggung adalah dosa kedua terbesar karena keterlibatan dengan riba (sesudah syirik). Rasulullah SAW telah pula menegaskan bahwa kedudukan mereka yang terlibat dengan riba (baik secara langsung atau tidak langsung) yaitu yang membayarkan, yang menerima, yang mencatat, dan yang membiarkannya, adalah sama kedudukannya. Semua berdosa atasnya.

Itulah yang membuat saya merasa menyesal mengapa tidak dari dulu membuka rekening di bank syariah. Sudah puluhan tahun riba itu masuk dalam darahku, sudah belasan tahun masuk dalam darah daging anak-anak dan isteriku. Ya Allah ampunilah dosa hambaMu ini.

Sebelum terlambat, sebelum menyesal dikemudian hari, segera “hijrah” ke bank syariah, Insya Allah barokah.

Tulisan ini dimuat juga di
http://ib-bloggercompetition.kompasiana.com/2010/05/11/saya-menyesal-menabung-di-bank-syariah/

April 30, 2010

Kiat Sukses Pilkada: Kolaborasi Politikus dan Artis?

Trend pemilihan kepala daerah saat ini adalah kolaborasi antara politikus sebagai calon kepala daerah dan artis sebagai wakilnya. Politikus memiliki partai politik sebagai kendaraan politiknya, sementara sang artis memiliki popularitas. Succes story kolaborasi ini adalah pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf alias HADE yang sukses memenangkan pilkada Jawa Barat. Selain itu ada Aceng Fikri-Dicky Chandra yang menjadi Bupati dan Wakil Bupati Garut. Juga Rano Karno yang menjadi Wakil Bupati Kabupaten Tangerang. Namun diantara yang berhasil, ada juga yang gagal yaitu Helmi Yahya yang gagal menjadi Wakil Gubernur Sumatera Selatan.
Fenomena ini tentu saja menarik perhatian calon yang akan maju menjadi kepala daerah. Biasanya mereka membidik calon wakil yang cukup populer dari kalangan artis. Sebut saja ada Ayu Azhari, Julia Perez dan Maria Eva. Namun daya tolak terhadap mereka cukup tinggi, terutama dari kaum ibu. Mereka memiliki track record yang kurang baik seperti mantan artis panas, artis berpenampilan minimalis dan wanita pengganggu suami orang..
Sebenernya sah-sah saja mencalonkan artis menjadi politikus. Namun perlu dilihat latar belakang, pengalaman dan Curriculum Vitae artis tersebut. Dede Yusuf tidak semata-mata langsung jadi calon wakil gubernur. Sebelumnya ia sempat menjadi anggota DPRD lewat Partai Amanat Nasional (PAN). Demikian juga Rano Karno dengan bendera PDI Perjuangan. Jadi perjuangan mereka cukup panjang dan tidak didapat dengan cara instan. Sedangkan Ayu Azhari, Jupe dan Maria Eva, pengalaman dan CV-nya dari mana? Jangankan memenangkan pilkada, sebelum daftar dan kampanye saja sudah menjadi bulan-bulanan dan cemoohan masyarakat.

Untuk itu, kepada para artis, hati-hati dalam menerima pinangan dari partai politik, jangan-jangan mereka hanya memanfaatkan popularitas, fulus dan kemulusan Anda saja.

@krl pakuan jkt-bgr 27/04/10 18.30

Tulisan ini uga dimuat disini : http://polhukam.kompasiana.com/2010/04/27/kiat-sukses-pilkada-kolaborasi-politikus-dan-artis/

July 21, 2009

Dimana Hati Nurani Seorang Fotografer?


Kejadian Bom Marriott dan Ritz Carlton menyisakan duka yang teramat dalam terutama bagi para korban dan keluarganya. Beberapa saat setelah kejadian, dengan cepat beredar foto-foto dan gambar-gambar baik lewat e-mail maupun blackberry messenger (bbm) yang memperlihatkan korban akibat bom tersebut.

Terekam foto seorang korban, dengan kondisi sangat mengenaskan. Seluruh badan penuh luka dan darah, termasuk dibagian kepada dan mata.Beberapa fotografer mengabadikan moment tersebut, bagi mereka ini adalah momen eksklusif. Namun sesungguhnya ini adalah momen yang tragis. Seseorang yang sedang kesakitan, berjuang antara hidup dan mati, sakaratul maut- dimanfaatkan oleh seorang fotografer untuk sebuah eksklusivitas atau publisitas. Dimanakah hati nurani sang fotografer? Kita tidak tahu apakah sang fotografer seorang wartawan atau bukan.
Bagaimana kalau kejadian seperti ini menimpa kerabat atau saudara mereka? Apakah mereka tidak peduli dengan perasaan keluarga korban?Bila Anda seorang fotografer, sungguh terlalu naif apabila mengharapkan penghargaan pulitzer atau apapun dengan memanfaatkan foto ini. Sedangkan bila Anda seorang amatir yang kebetulan sedang berada disana, yang Anda dapatkan hanyalah popularitas semu! Mungkin satu nyawa akan tertolong apabila pada saat itu, anda meletakkan kamera dan memberikan pertolongan pertama kepada korban.

Semoga, ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa sebagai apapun, kondisi apapun, kita masih harus tetap menempatkan hati nurani diatas yang lainnya.

*) deepest condolence to Mr. Timothy Mackay (presdir Holcim Indonesia) dan semua korban tragedi bom JW Marriott dan Ritz Carlton.

Tulisan ini dimuat juga di kompasiana dengan link:
http://public.kompasiana.com/2009/07/21/dimana-hati-nurani-seorang-fotografer/