May 23, 2010
I Love Bogor 1306012
Terakhir Kang Chandra memberikan tantangan berupa kontes SEO untuk peserta dengan keyword I Love Bogor 1306012 dan postingan ini salah satu cara untuk ikut kontes tersebut.
Hidup Blogor dan I Love Bogor 1306012
May 11, 2010
Saya Menyesal Menabung di Bank Syariah

Saya membuka rekening di sebuah bank syariah milik pemerintah. Mengambil jenis simpanan dalam mata uang rupiah berdasarkan prinsip wadiah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat tertentu yang disepakati.
Karakteristik dari tabungan yaitu : berdasarkan prinsip Syariah dengan akad wadiah setoran minimal yang ringan dan terjangkau, tabungan dengan bonus yang menarik, aman dan terjamin , dilengkapi dengan Kartu ATM sekaligus Kartu Debet ( Optional ) dan dapat ditarik/setor setiap saat di seluruh cabang.
Sedangkan manfaat dari tabungan ini adalah dana aman dan tersedia setiap saat, Transaksi online di seluruh cabang, Mendapatkan kartu ATM sekaligus debet dan mendapat bagi hasil yang kompetitif. Selain itu, biaya administrasi bulannya sangat murah atau hasil dari bonus bagi hasil dan tidak memotong tabungan pokok. Tabungan ini merupakan salah satu produk dari puluhan produk yang dikeluarkan oleh bank syariah.
Berdasarkan karakteristik dan manfaat tabungan diatas sebenarnya hampir sama dengan tabungan di bank konvensional. Namun yang membedakan adalah prinsip di bank syariah ini adalah bagi hasil, sedangkan di bank konvensional menggunakan bunga. Sedangkan bunga bank (menurut sebagian orang) termasuk riba, dan riba itu termasuk haram.
Mengenai riba, suatu saat Rasulullah sallallahu’alaihi wassalam bersabda “akan datang masa ketika mereka yang tidak mau makan riba pun terkena debunya.” Artinya pada masa itu kita tak bisa menghindari riba. Semua tata kehidupan sudah terkontaminasi oleh riba, walaupun cuma debunya saja.
Coba perhatikan kondisi sekarang, ketika kita hendak memiliki rumah atau kendaraan harus membayar dengan kredit, karena harga yang tidak terjangkau. Lebih dari itu, untuk kebutuhan sekunder pun, seperti untuk biaya pendidikan, ongkos kesehatan, hiburan juga menggunakan kredit. Lewat jalan tol pun sudah termasuk dalam sistem riba karena pembiayaannya dari perbankan.
Allah SWT akan memberikan hukuman yang berat para pelaku riba. Dosa yang ditanggung adalah dosa kedua terbesar karena keterlibatan dengan riba (sesudah syirik). Rasulullah SAW telah pula menegaskan bahwa kedudukan mereka yang terlibat dengan riba (baik secara langsung atau tidak langsung) yaitu yang membayarkan, yang menerima, yang mencatat, dan yang membiarkannya, adalah sama kedudukannya. Semua berdosa atasnya.
Itulah yang membuat saya merasa menyesal mengapa tidak dari dulu membuka rekening di bank syariah. Sudah puluhan tahun riba itu masuk dalam darahku, sudah belasan tahun masuk dalam darah daging anak-anak dan isteriku. Ya Allah ampunilah dosa hambaMu ini.
Sebelum terlambat, sebelum menyesal dikemudian hari, segera “hijrah” ke bank syariah, Insya Allah barokah.
Tulisan ini dimuat juga di
May 08, 2010
Sinopsis Film : Robin Hood (2010)
Sutradara Ridley Scott dan aktor Russell Crowe bersatu kembali untuk membuat film yang ke lima mereka, menceritakan kembali legenda Robin Hood. Akhir abad ke-12 Inggris Sir Robin Longstide, Earl of Huntington alias Robin Hood (Russell Crowe) kembali ke desanya di utara Inggris setelah pertempuran dalam Perang Salib Ketiga.
Disana, Robin Hood menemukan para bangsawan dan para pengikutnya melakukan penindasan kepada rakyat disebabkan tekanan Sheriff Nottingham yang baru (Matius Macfadyen). Robin Hood membebaskan desanya dari tirani dan korupsi, pemulihan perdamaian dan keadilan di Inggris. Robin Hood juga mendapat simPATI dari Lady Marian (Cate Blanchett) saat memimpin orang-orangnya di Hutan Sherwood Merry.
Mau tau cerita selengkapnya? Tonton filmnya bareng nobarsimPATI. Dapatkan tiket gratisnya dan kalo beruntung bisa jalan-jalan ke Singapura atau Bali. Ayo segera daftar!

May 06, 2010
Nonton Premiere Robin Hood bareng simPATI dan Blogger
- Harus mempunyai blog dan merupakan bagian dari komunitas blogger.
- Memiliki kartu Telkomsel
- Mendaftarkan diri melalui Facebook Fan Page simPATI (facebook.com/simPATI.Tsel)
- Peserta mendaftar melalui link khusus blogger yang ada di tab nobarsimPATI.
- Cukup memasukan nama, kontak, dan media yang akan digunakan.
- Setiap promosi dilakukan, peserta harus mengupdatenya di wall simPATI dengan menulis di wall & share link artikel promosi dari blog kamu
- Follow @nobarsimPATI untuk tau update terbaru mengenai event ini.
- Jika promosi menggunakan twitter harus memasang hashtag #panahrobin dan #bloggerkuis
- Periode Event ini berlangsung dari tanggal 3-9 Mei 2010
Ketentuan pemenang:
- Pemenang dipilih berdasarkan dari seberapa kreatif dan aktif para Blogger dalam mempromosikian event Nonton Bareng simPATI.
- Pemenang akan dihubungi langsung oleh penyelenggara.
- Pemenang paket jalan-jalan ke Singapore harus sudah memiliki paspor.
- Nonton bareng simPATI dilakukan di Jakarta. Untuk pemenang dari luar Jakarta, biaya transportasi tidak ditanggung penyelenggara.
- Untuk pemenang paket jalan-jalan ke Bali dan Singapore, pemenang akan diberangkatkan dari Jakarta. Untuk pemenang dari luar Jakarta, biaya transportasi ke Jakarta tidak ditanggung penyelenggara.
- Para pemenang paket jalan-jalan nantinya diwajibkan menuliskan pengalamannya di internet (dapat menggunakan media blog, Facebook notes, dan lainnya), dengan ketentuan tertentu yang ditetapkan penyelenggara.
Buruan ikutan, dan jangan lupa TAG temen kamu kalau difoto di Universal Studio :)
Robin Hood is Back!
Masih ingat dengan film Robin Hood? Begitu banyak film tentang pahlawan yang satu ini, namun yang paling mengesankan tentu saja Robin Hood : Prince of Thieves, yang diperankan oleh Kevin Costner pada tahun 1991. Selain mencetak box office, film ini juga melambungkan lagu Everything I Do (I Do it for You) lewat suara khas Bryan Adams.Rasanya sudah tidak sabar untuk menonton film ini. Mudah-mudah terpilih menjadi salah satu pemenang tiket nonton bareng (nobar) simPATI >>>>>>>>
Robin Hood14 May 2010
Ridley Scott
Russell Crowe, Mark Strong, Cate Blanchett, Kevin Durand
Action, Drama
Robin Hood
Universal Pictures
April 30, 2010
Teknologi Informasi : Memberdayakan Industri Kreatif, Memajukan Bangsa
Perkembangan Teknologi Informasi mengalami evolusi yang cukup panjang. Diawali Era Komputerisasi tahun 1960-an , Era Teknologi Informasi tahun 1970-an, Era Sistem Informasi tahun 1980-an dan terakhir Era Globalisasi Informasi pada awal tahun 1990-an sampai sekarang. Setiap era memiliki ciri, teknologi, fungsi dan tujuan yang berbeda. Selengkapnya dapat dilihat dari table berikut ini :
Saat ini kita sedang memasuki Era Globalisasi Informasi. Era dimana teknologi yang digunakan adalah Computer Networking System yaitu sebuah system yang terdiri atas computer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama dan berfungsi untuk adaptasi. Aplikasi dari era ini adalah penerapan teknologi Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN), internet, intranet dan ekstranet dengan tujuan akhir : Memenangkan Persaingan Global.
Persaingan global sudah tidak dapat dibendung lagi. Mau tidak mau kita harus terlibat atau terseret arus globalisasi. Termasuk didalamnya Globalisasi Informasi. Contohnya adalah Internet. 20 tahun lalu orang masih sulit mengakses internet. Warnet (Warung Internet) masih jarang dan koneksi masih mahal. Tapi kini, hampir setiap rumah, kantor, sekolah sudah tersambung koneksi internet. Bahkan pemerintah mempunyai program internet masuk desa. Demikian juga warnet yang mudah ditemui disetiap sudut kota. Dan yang lebih canggih lagi, internet sudah bisa diakses lewat telepon selular (ponsel). Inilah yang dimaksud fungsi adaptasi. Kolaborasi antara computer dan ponsel sudah semakin berkembang. Kini, dengan internet kita bisa membaca Koran lewat e-paper, mengecek rekening atau membayar tagihan lewat internet banking, berbelanja dengan e-commerce, mengecek kondisi lalu lintas lewat CCTV di internet dan sebagainya. Dengan internet, kita bisa mendapat kemudahan dalam berbagai hal.
Namun, sampai sejauh mana pemanfaatan teknologi informasi masih patut dipertanyakan. ibarat dua sisi mata pisau yang tajam. Satu bisa membantu dan satu lagi bisa membahayakan. Internet dengan segala manfaat dan kemudahan seperti yang dipaparkan diatas, juga menyisakan sisi yang cukup mengkhawatirkan. Konten porno merajalela dan banyak merusak moral anak-anak remaja. Untungnya pemerintah cepat tanggap dan banyak memblokir konten-konten tersebut. Selain itu juga ada Carding, transaksi bisnis illegal yang banyak dilakukan oleh mahasiswa dengan menggunakan kartu kredit milik orang lain. Beberapa waktu lalu memang sempat mengkhawarkan para pemilik kartu kredit, namun kini sudah dapat diatasi oleh pihak yang berwenang. Dua kasus diatas hanyalah contoh, masih banyak kejahatan-kejahatan yang bisa dilakukan lewat internet.
Terlepas dari kondisi diatas, perkembangan teknologi informasi di Indonesia menuju arah positif. Banyak orang-orang yang bergerak di bidang IT (developers) menciptakan program-program yang bermanfaat. Kini kita bukan hanya sebagai konsumen, tapi juga bisa sebagai produsen. Demikian pula dengan yang sedang booming lima tahun terakhir ini yaitu BLOG. Kini, hampir setiap orang yang mempunyai akses internet memiliki blog pribadi. Bahkan bisa lebih dari satu account. Kemudahan dalam membuat blog, membuat orang berlomba untuk membuat blog yang menarik, unik dan menguntungkan.
Sebuah Blog bisa menghasilkan uang apabila blog tersebut banyak dikunjungi oleh pengakses internet. Dengan memasang iklan dari publisher, pemilik blog tersebut tinggal menunggu hasilnya saja berupa kiriman cek dari pemasang iklan. Cukup banyak orang yang berbisnis dibidang ini, walau dengan ilmu IT yang terbatas, namun berkat perjuangan dan kreatifitas mereka akhirnya bisa berhasil. Cukup banyak yang menjadikan kegiatan ini menjadi sebuah profesi.
Selain itu, saat ini juga sedang booming contest blog. Cukup banyak perusahaan yang melakukan kontes ini untuk mempromosikan produk-produknya, tentu dengan hadiah yang cukup menggiurkan, mulai dari gratis hosting sampai berhadiah rumah. Tentu saja ini akan banyak menarik blogger untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Kiprah blogger pun saat ini bukan hanya mengikuti kontes level local dan nasional saja, tapi sudah mencapai level internasional. Seperti baru-baru ini diadakan kontes blog untuk level asia pasifik, Indonesia meloloskan 8 bloggernya untuk masuk 20 besar dan salah satu berhasil menjadi pemenang utama kontes itu. Ini hanya sebuah contoh masih banyak blogger lainnya yang bisa mencapai level internasional.
Selain blog contest ada juga lomba Search Engine Optimizer (SEO). Lomba ini menuntuk kreatifitas pemilik blog agar dengan kata kunci tertentu bisa menempati urutan pertama di halaman google search. Lomba ini juga cukup banyak penggemarnya dan menjadi tantangan tersendiri bagi para blogger. Untuk perorangan, salah seorang teman di jaringan social baru saja diundang oleh Microsoft karena berhasil mengintegrasikan Windows 7 dengan sebuah jaringan social.
Kasus diatas hanyalah contoh kecil dari perkembangan dunia teknologi informasi. Masih banyak yang bisa dieksploitasi dari dunia maya ini.
Kreatifitas blogger, praktisi IT, programmer di Indonesia kapabilitasnya tidak perlu diragukan lagi. Potensi mereka sungguh luar biasa. Pemerintah perlu mendukung dengan menyediakan infrastruktur yang memadai, jaringan yang luas serta akses yang mudah dan murah. Jaringan internet seharusnya sudah seperti jaringan listrik yang sudah menembus pelosok negeri. Malah jaringan internet lebih mudah karena menggunakan perangkat wireless. Bila dibandingkan dengan negara lain, biaya akses internet di Indonesia termasuk mahal. Demikian pula dengan perangkat hardware computer atau notebook termasuk perangkat pendukungnya. Sepertinya barang ini sudah bukan termasuk barang mewah lagi, karena sudah termasuk kebutuhan standar. Untuk itu tidak perlu dikenakan pajak lagi.
Bila infrastruktur sudah terbangun, blankspot sudah tidak ada, akses cepat dan murah, kita tinggal menunggu waktu saja kebangkitan para praktisi dibidang IT. Saya yakin mereka akan lebih banyak berperan di level internasional, para developer akan berlomba-lomba menemukan inovasi terbaru, para blogger akan semakin bergairah dan kreatif untuk ikut suatu lomba atau kontes. Dan Bangsa Indonesia sudah bisa disejajarkan dengan negara-negara lain dibidang Teknologi Informasi.
Kiat Sukses Pilkada: Kolaborasi Politikus dan Artis?
Trend pemilihan kepala daerah saat ini adalah kolaborasi antara politikus sebagai calon kepala daerah dan artis sebagai wakilnya. Politikus memiliki partai politik sebagai kendaraan politiknya, sementara sang artis memiliki popularitas. Succes story kolaborasi ini adalah pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf alias HADE yang sukses memenangkan pilkada Jawa Barat. Selain itu ada Aceng Fikri-Dicky Chandra yang menjadi Bupati dan Wakil Bupati Garut. Juga Rano Karno yang menjadi Wakil Bupati Kabupaten Tangerang. Namun diantara yang berhasil, ada juga yang gagal yaitu Helmi Yahya yang gagal menjadi Wakil Gubernur Sumatera Selatan.Untuk itu, kepada para artis, hati-hati dalam menerima pinangan dari partai politik, jangan-jangan mereka hanya memanfaatkan popularitas, fulus dan kemulusan Anda saja.
@krl pakuan jkt-bgr 27/04/10 18.30
Tulisan ini uga dimuat disini : http://polhukam.kompasiana.com/2010/04/27/kiat-sukses-pilkada-kolaborasi-politikus-dan-artis/
April 02, 2010
The Sheep Cup

Our complex was a small one which consisted of no more than 200 families that form 1 ward and 4 RT’s (neighborhood watch group). Therefore, this competition went directly to the semifinal matches. The categories in the competition were adult and teenager football. Different from the inter-kampong competition whereby outside players are allowed to play, our committee specified that no team was allowed to bring outsiders. He must be residents of the complex, and must even present his ID card if necessary.
The committee put an effort to hold the competition as closely to the applicable standards as possible. However, due to the size of the field, the number of participants was not the regular 11, but reduced to 6. Hence a mini football competition was organized. It was not futsal since the field was outdoors, using conventional football regulations.
Teens Team
One game after another came and went with much spectacle. Goals were scored with various celebratory acts. There were those who sucked their thumb like Totti of AS Roma or taking off their shirt as would the Italian players. The referee then gave out yellow cards since taking off one’s shirt was prohibited. There were those who handled the ball like Ronaldo or demonstrated their skill dribbling the ball by passing several players. The competition was interesting and most importantly, it was fair play. No one tried to inflict injury on opponents or dispute the referee’s decisions.In the end, we reached the finals. The game was very tough and had to be ended in penalty kicks. The event was won by the teenagers’ team of RT 03 that defeated RT 02 with the score 5-3.
Now the adult division was finally here. With the far-from-ideal body types (potbellied and the likes), bespectacled and limited breathing, the competition had only become more interesting. It was an entertainment unto its own league for their wives and children. They laughed out loud when their husbands and fathers went running, slipped and fell down or when they scored a goal.
The children showed more fair play than did the adults. The ball was chased after with whatever means, from pulling shirts to pulling opponents’ shorts without causing injuries. The norm is that professional players would ask for more time, but here, the players wanted shorter play time since they were exhausted and ran out of breath!
Finally, the team that had more substitute players clinched the victory. In other words, whenever their colleague was tired, there was always a substitute who would replace him. The amount of player changes was not limited because every resident was allowed to play. In the finals, RT 02 defeated RT 03 by 3-1 and had the right to carry home a sheep.
Adults Team
That was the football competition in our housing complex. It wasn’t exactly a competition. Rather, Footballaria would have been more proper. It wasn’t the victory nor the trophy that we were seeking, but the entertainment aspect of it and the opportunity to get together with our neighbors so that we become more familiar with each other.
In the evening, we all savored roasted sheep together.
(Submitted by Harris Maulana from Indonesia)
Catatan Penulis:
Tulisan ini termasuk dalam Top 20 lomba penulisan mengenai sepakbola di daerah ku yang diselenggarakan oleh kompasiana.com dan Sony Ericsson Asia Pacific, pemenang utama akan berangkat ke Afrika Selatan untuk menonton Piala Dunia 2010.
Mohon dukungannnya dan pilih artikel ini di http://extratime.posterous.com/the-sheep-cup-2
Pengumuman tanggal 6 Mei 2010 tulisan ini berhasil menjadi Runner Up :
http://blog.kompasiana.com/2010/05/06/pemenang-topik-pilihan-sony-ericsson-sepak-bola-daerahku/
Terima kasih atas dukungannya
March 30, 2010
Penataan Ruang yang Ideal Untuk Mencegah Bencana
Banjir bisa disebabkan oleh aktivitas sosial-ekonomi manusia yang dinamis, seperti pemanfaatan sempadan sungai untuk permukiman, pemanfaatan wilayah retensi banjir, perilaku masyarakat yang buruk dengan membuang sampah ke sungai, dan sebagainya Demikian pula longsor dapat disebabkan akibat penggundulan hutan,konversi lahan pada kawasan lindung menjadi kawasan budidaya. Sedangkan kekeringan dapat disebabkan oleh peristiwa alam yang bersifat dinamis, seperti : perubahan iklim, pemanasan global dan sebagainya
Kejadian diatas sesungguhnya dapat dicegah atau diminimalisis apabila dalam penataan ruang dan pertanahan benar-benar mengacu pada Undang Undang Penataan Ruang No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Secara garis besar dalam UU tersebut disebutkan bahwa ada 3 (tiga) hal penting dalam penataan ruang yaitu proses perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian ruang.
Dalam proses perencanaan ruang, biasanya pemerintah menggandeng konsultan tata ruang untuk membantu penyusunan sebuah rencana tata ruang. Konsultan sendiri dengan tenaga ahli dibidangnya masing-masing (seperti ahli perencanaan wilayah dan kota atau planologi, ahli geologi, geodesi, ekonomi, teknik sipil, arsitektur dan tenaga ahli lainnya tergantung kebutuhan) berusaha membuat perencanaan dengan konsep paling ideal.
Secara garis besar, perencanaan wilayah diawali dengan penetapan fungsi kawasan. Tiga faktor yang dinilai sebagai penentu kemampuan lahan yaitu :
Kelerengan lapangan
Jenis tanah menurut kepekaan terhadap erosi
Intensitas hujan harian rata-rata
Informasi tersebut didapatkan dari hasil pengolahan peta topografi, peta tanah, dan data hujan. Klasifikasi dan nilai skor dari ketiga faktor di atas berturut – turut adalah seperti Tabel 1, Tabel 2 dan Tabel 3.
Jenis Fungsi Kawasan ditetapkan berdasarkan besarnya nilai skor kemampuan lahan dan kriteria khusus lainnya, sebagaimana kriteria dan tata cara yang ditetapkan dalam Buku Petunjuk Penyusunan Pola RLKT. Fungsi kawasan berdasarkan kriteria tersebut dibagi menjadi :
- Kawasan Lindung
- Kawasan Penyangga
- Kawasan Budidaya Tanaman Tahunan
- Kawasan Budidaya Tanaman Semusim
1. Kawasan Fungsi Lindung
Kawasan fungsi lindung adalah suatu wilayah yang keadaan sumberdaya alam air, flora dan fauna seperti hutan lindung, hutan suaka, hutan wisata, daerah sekitar sumber mata air, alur sungai, dan kawasan lindung lainnya sebagaimana diatur dalam Kepres 32 Tahun 1990.
Suatu satuan lahan ditetapkan sebagai kawasan fungsi lindung, apabila besarnya skor kemampuan lahannya ≥175, atau memenuhi salah satu/beberapa syarat berikut :
a. Mempunyai kemiringan lahan lebih dari 40 %
b. Jenis tanahnya sangat peka terhadap erosi (regosol, litosol, organosol,dan renzina) dengan kemiringan lapangan lebih dari 15 %
c. Merupakan jalur pengaman aliran air/sungai yaitu sekurang-kurangnya 100 meter di kiri-kanan sungai besar dan 50 meter kiri-kanan anak sungai.
d. Merupakan perlindungan mata air, yaitu sekurang-kurangnya radius 200 meter di sekeliling mata air.
e. Merupakan perlindungan danau/waduk, yaitu 50-100 meter sekeliling danau/waduk.
f. Mempunyai ketinggian 2.000 meter atau lebih di atasa permukaan laut.
g. Merupakan kawasan Taman Nasional yang lokasinya telah ditetapkan oleh pemerintah.
h. Guna keperluan/kepentingan khusus dan ditetapkan sebagai kawasan lindung.
2. Kawasan Fungsi Penyangga
Kawasan fungsi penyangga adalah suatu wilayah yang dapat berfungsi lindung dan berfungsi budidaya, letaknya diantara kawasan fungsi lindung dan kawasan fungsi budidaya seperti hutan produksi terbatas, perkebunan (tanaman keras), kebun campur dan lainnya yang sejenis.
Suatu satuan lahan ditetapkan sebagai kawasan fungsi penyangga apabila besarnya nilai skor kemampuan lahannya sebesar 125 -174 dan atau memenuhi kriteria umum sebagai berikut :
a. Keadaan fisik satuan lahan memungkinkan untuk dilakukan budidaya secara ekonomis.
b. Lokasinya secara ekonomis mudah dikembangkan sebagai kawasan penyangga.
c. Tidak merugikan dilihat dari segi ekologi/lingkungan hidup bila dikembangkan sebagai kawasan penyangga
3. Kawasan fungsi Budidaya Tanaman Tahunan
Kawasan fungsi budidaya tanaman tahunan adalah kawasan budidaya yang diusahakan dengan tanaman tahunan seperti Hutan Produksi Tetap, Hutan Tanaman Industri, Hutan Rakyat, Perkebunan (tanaman keras), dan tanaman buah - buahan. Suatu satuan lahan ditetapkan sebagai kawasan dengan fungsi budidaya tanaman tahunan apabila besarnya nilai skor kemampuan lahannya ≤ 124 serta mempunyai tingkat kemiringan lahan 15 - 40% dan memenuhi kriteria umum seperti pada kawasan fungsi penyangga.
4. Kawasan Fungsi Budidaya Tanaman Semusim
Kawasan fungsi budidaya tanaman semusim adalah kawasan yang mempunyai fungsi budidaya dan diusahakan dengan tanaman semusim terutama tanaman pangan atau untuk pemukiman. Untuk memelihara kelestarian kawasan fungsi budidaya tanaman semusim, pemilihan jenis komoditi harus mempertimbangkan keseuaian fisik terhadap komoditi yang akan dikembangkan.
Untuk kawasan pemukiman, selain memiliki nilai kemampuan lahan maksimal 124 dan memenuhi kriteria tersebut diatas, secara mikro lahannya mempunyai kemiringan tidak lebih dari 8%.
Dengan demikian sepertinya tidak ada yang salah dalam perencanaan tata ruang karena sudah melalui standar dan prosedur sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Namun kenyataannya banyak terjadi penyimpangan pada saat pemanfaatan ruang di lapangan dan lemahnya pengendalian penataan ruang.
Pelanggaran yang terjadi akibat lemahnya pengendalian. Banyak celah-celah yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan birokrasi, otonomi daerah, faktor ekonomi dan sebagainya. Selain itu juga tidak ada sanksi bagi pelanggar tata ruang. Pernahkan ada orang yang dihukum karena pelanggaran tata ruang?
Salah satu contoh nyata adalah rusaknya kawasan Bogor-Puncak-Cianjur (Bopuncur). Dengan kasat matapun sudah jelas bahwa daerah itu merupakan daerah berbukit dengan kemiringan antara 15-60% yaitu dari landai sampai sangat curam. Dengan curah hujan yang cukup tinggi, sudah jelas kawasan ini difungsikan menjadi kawasan lindung dan kawasan penyangga. Kawasan Lindung dengan fungsi sebagai taman nasional yaitu Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di Cipanas dan Kawasan Penyangga berupa perkebunan teh PTPN VIII di Gunung Mas. Namun kenyataannya, disana banyak lahan yang berubah fungsi. Disana terdapat ratusan vila-vila mewah bertebaran dengan izin entah darimana, karena IMB (Izin Mendirikan Bangunan) untuk di daerah Puncak sudah dilarang diterbitkan. Dengan adanya bangunan permanen jelas mengganggu penyerapan air ke dalam tanah. Air hujan akan masuk ke dalam sungai. Salah satu akibatnya sudah dapat dirasakan : banjir setiap tahun yang melanda Kota Jakarta akibat meluapnya sungai Ciliwung akibat limpasan air hujan yang tidak tertampung. Dan sekarang, vila-vila mewah tersebut sudah merambah ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) di Sukabumi dan Bogor. Salah satu bencana lainnya adalah longsor dikawasan penyangga seperti di perkebunan Ciwidey.
Bencana tersebut sebenarnya bisa dicegah, apabila kita mengikuti apa yang sudah ditetapkan dalam perencanaan penataan ruang. Namun karena banyaknya kepentingan, perencanaan itu akhirnya diabaikan dan terjadilah bencana.
Untuk itu, mari kita kedepankan sebuah perencanaan yang ideal, tanpa melihat kepentingan seseorang atau golongan tertentu untuk mencegah bencana yang mengakibatkan kesengsaraan banyak orang dan kerusakan lingkungan.
*) Tulisan ini juga dimuat di media indonesia
March 10, 2010
Domba Cup
Perumahan kami hanyalah perumahan kecil dengan jumlah kepala keluarga tidak lebih dari 200 KK. Terdiri dari 1 RW dan 4 RT. Jadi kejuaraan ini langsung memasuki babak semifinal. Adapun kategori yang dipertandingkan adalah sepakbola dewasa dan remaja. Berbeda dengan sepakbola Tarkam (Antar Kampung) yang membolehkan pemain dari luar (istilahnya ngebon), dikejuaraan ini panitia menetapkan peraturan yang ketat yaitu setiap tim tidak boleh menggunakan pemain luar, harus pemain asli warga setempat, kalau perlu dengan memperlihatkan KTP.
Panitia pelaksana berusaha menyelenggarakan pertandingan ini sesuai dengan standar yang berlaku, namun karena keterbatasan lapangan, maka jumlah peserta bukan 11 orang, tapi dikurangi menjadi hanya 6 orang saja. Maka jadilah kejuaraan sepakbola mini tapi bukan futsal karena lapangannya berada di luar ruangan dan menggunakan peraturan seperti sepakbola konvensional.
Pertandingan dibuka oleh peserta remaja. Batasannya minimal SMP dan maksimal SMA. Lucunya seragam yang digunakan tidak sama, ada yang berkostum Manchester United, Arsenal, Barcelona dan tim-tim kesayangan mereka lainnya. Namun sayangnya tidak ada satupun yang menggunakan kostum klub lokal atau tim nasional Indonesia. Sepertinya mereka lebih bangga menggunakan kostum Wayne Rooney atau Ronaldo dibanding Ponaryo atau Bambang Pamungkas. Mengapa bisa terjadi demikian? apakah nasionalisme mereka sudah luntur? dimana kebanggaan “Garuda Didadaku”? Sepertinya bukan itu, mereka lebih memilih karena trend saja dan kecintaan akan tim nasional masih ada walaupun prestasi tim nasional makin terpuruk saja.
Tim Sepakbola Remaja
Pertandingan demi pertandingan berjalan seru. Gol-gol dilesakkan dengan selebrasi berbagai gaya. Ada yang menyedot jempol seperti Totti dari AS Roma atau membuka baju seperti pemain Italia dan wasit pun langsung mengganjar dengan kartu kuning, karena tidak boleh melakukan selebrasi dengan membuka baju. Ada juga yang menggocek bola ala Ronaldo atau mendemonstrasikan kepiawaian dribble dengan melewati beberapa pemain. Pertandingan berjalan menarik dan yang penting fairplay. Tidak ada yang berusaha mencederai lawan atau melawan keputusan wasit.
Dan akhirnya memasuki babak final. Pertandingan berlangsung alot. Dan harus diakhiri dengan adu penalti. Pertandingan dimenangkan oleh Tim Remaja RT 03 yang berhasil mengalahkan RT 02 dengan skor 5-3.
Tibalah pertandingan untuk kelompok dewasa. Dengan bentuk tubuh yang jauh dari ideal (gendut), berkacamata dan nafas yang terbatas, justru menjadi bagian paling menarik dipertandingan ini. Menjadi hiburan tersendiri bagi para penonton yang terdiri dari isteri dan anak-anaknya. Mereka tertawa lepas saat suami dan ayah mereka berlari, jatuh terpeleset atau saat mencetak gol.
Namun ternyata anak-anak lebih fairplay dibanding kelompok dewasa, segala cara dilakukan untuk merebut bola, mulai dari menarik kaos sampai menarik celana lawan tapi tidak sampai mencederai. Biasanya pemain profesional meminta tambahan waktu, disini malah minta dikurangi waktu karena kelelahan dan kehabisan nafas.
Dan akhirnya tim yang paling banyak cadanganlah yang memenangkan kejuaraan ini. Dengan kata lain, setiap temannya kecapean, selalu ada cadangan yang menggantikannya. Pergantian pemain tidak dibatasi, karena setiap warga boleh ikut bermain. Di final RT 02 berhasil mengalahkan RT 03 dengan skor 3-1 dan berhak menggondol seekor domba.
Tim Sepakbola Dewasa
Itulah kejuaraan sepakbola diperumahan kami. Sebenarnya bukan kejuaraan, lebih tepat disebut Sepakbolaria. Bukan juara atau piala yang kami cari, namun lebih kepada hiburan dan mendekatkan diri dengan tetangga sekitar agar saling kenal dan lebih akrab.
Dan malamnya pun kami sama-sama menikmati kambing guling…
Tulisan ini juga dimuat di

